Penelitian ini bertujuan untuk meng evaluasi respons fisiologis ikan belut Monopterus albus pada pemberokan dengan tingkat salinitas yang berbeda. Pemberokan dilakukan pada ikan belut yang berukuran panjang 26,64 ± 2,94 cm dan b o - bot 12,57±4,99 g , selama tiga hari dalam media air dengan perlakuan empat tingkat salinitas, yaitu 0 g L - 1 , 3 g L -1 , 6 g L - 1 , dan 9 g L - 1 . B iomassa belut adalah 1 kg dalam 5 L air atau pada densitas 200 kg m - 3 . Parameter fisiologis yang diu - kur meliputi kortisol plasma darah dengan metode radioimunoasai, glukosa plasma darah dan glikogen hati dengan spektrofotometer, natrium plasma darah diana lisis dengan Atomic Absorption Spectrophotometer , dan osmolalitas de - ngan menggunakan osmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p emberokan dan salinitas mengakibatkan Peru - bahan kondisi fisiologis ikan belut. Pemberokan mengakibatkan k adar kortisol meningkat , n amun peningkatan salinitas dapat menekan kadar hormon tersebut. Kadar natrium plasma darah ikan belut mengalami peningkatan sejalan dengan semakin tingginya salinitas. Kadar glukosa belut yang diberok pada salinitas 0 dan 3 g L - 1 secara statistik lebih tinggi dan berbeda sangat nyata di b andingkan dengan belut pada salinitas 6 dan 9 g L - 1 . Hal sebaliknya t erjadi pada kadar gli - kogen hati, yaitu secara statistik lebih rendah pada salinitas 0 dan 3 g L - 1 dibandingkan dengan belut pada salinitas 6 dan 9 g L - 1 . P emberokan selama tiga hari pada semua perlakuan salinitas t idak mengakibatkan Perubahan nilai faktor kondisi belut . Ikan belut memberikan respons fisiologis yang paling baik pada pemberokan tiga hari dengan salinitas 9 g L - 1