Latar Belakang Hiperurisemia didefinisikan sebagai kadar asam urat serum yang
melebihi 60mg/l. Angka prevalensi hiperurisemia di Indonesia mencapai 18%. Prevalensi
hiperurisemia ditemukan lebih banyak pada subjek dengan indeks massa tubuh (IMT)
tinggi. Faktor yang dapat mempengaruhi kadar asam urat serum di antaranya lingkar
pinggang dan pola makan.
Tujuan Mengidentifikasi hubungan lingkar pinggang dan pola makan dengan kadar
asam urat serum pada dewasa overweight usia 20-29 tahun.
Metode Penelitian observasional dengan rancangan belah lintang dilaksanakan di
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=62). Pengukuran lingkar pinggang
dilakukan menggunakan pita ukur, dan data pola makan dikumpulkan menggunakan
Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif. Uji hipotesis yang digunakan
adalah uji korelasi Pearson dan Spearman.
Hasil Pada penelitian didapatkan korelasi positif yang bermakna dengan kekuatan sedang
antara lingkar pinggang dan kadar asam urat serum (r=0,484; p=0,001). Korelasi positif
yang bermakna dengan kekuatan lemah didapatkan antara asupan gizi karbohidrat dengan
kadar asam urat serum (r=0,353; p=0,005). Asupan gizi protein dan lemak tidak
menunjukkan korelasi yang bermakna dengan kadar asam urat serum (p=0,104 dan
p=0,537).
Kesimpulan Terdapat korelasi signifikan lingkar pinggang dan asupan gizi karbohidrat
dengan kadar asam urat serum.
Kata Kunci: Lingkar pinggang, pola makan, kadar asam urat serum