Latar Belakang : Atrakurium merupakan obat pelumpuh otot golonagn nondepolarisasi
lama kerja menengah (intermediet). Pelepasan histamin adalah efek samping utama dari
atrakurium. Histamin salah satu mediator kimia yang dikeluarkan oleh sel mast pada saat
degranulasi yang sebelumnya didahului adanya intraksi dengan antibodi IgE yang mengikat
antigen (alergen). Histamin dapat menyebabkan reaksi anafilaksis baik bersifat lokal
maupun sistemik. Ketotifen sebagai antihistamin dan agent stabilisasi sel mast, telah
terbukti mencegah terjadinya degranulasi sel mast yang akan melepaskan berbagai
mediator kimia, termasuk histamin.
Tujuan : Untuk mengetahui apakah pemberian ketotifen dapat mengendalikan pelepasan
histamin dari sel mast yang terjadi pasca pemberian atrakurium pada tindakan intubasi
endotrakeal.
Metode : Eksperimental uji klinis dengan desain randomized controlled tria double blind.
30 sampel yaitu pasien dengan status fisik ASA I dan ASA II yang akan menjalani operasi
dengan anestesi umum, dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok Eksperimen terdiri dari
15 pasien yang diberikan ketotifen oral dua kali, yaitu masing-masing 2 mg pada malam
dan pagi sebelum pembedahan yang diberikan dalam bentuk kapsul dan Kelompok Kontrol
terdiri dari 15 pasien yang diberikan plasebo oral dua kali, yaitu masing-masing satu kapsul
pada malam dan pagi sebelum pembedahan. Dilakukan sampling darah vena 3 mL yang
diambil sesaat sebelum pemberian atrakurium dan tiga menit setelah pemberian
atrakurium. Dianalisis dengan quantitative histamine immunoassay ELISA reader. Kadar
histamin yang didapat dianalisa dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U untuk
mengetahui perbedaan kadar histamin serum sebelum dan sesudah antara kelompok
eksperimen dengan kelompok kontrol.
Hasil : Ada perbedaan yang signifikan, kadar histamin serum sesudah pemberian
atrakurium anatra kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dimana kelompok
eksperimen yang mendapatkan ketotifen kadar histaminnya lebih sedikit (peningkatan
22%) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang mendapatkan plasebo (peningkatan
183%).
Kesimpulan : Ketotifen mempunyai peran dalam pencegahan pelepasan histamin pasca
pemberian atrakurium dengan signifikan.
Kata Kunci : Ketotifen, histamin, atrakuriu
Background : Atracurium is a nondepolarizing muscle relaxant agent which has
intermediate duration . Histamine release is a major side effect of atracurium .
Histamine is a chemical mediator released by mast cells upon degranulation which
preceded the interaction with IgE antibodies that bind to antigen (allergen) .
Histamine can cause anaphylactic reactions both localized and systemic . Ketotifen
as an antihistamine and mast cell stabilizing agent , has been shown to prevent
mast cell degranulation which will release various chemical mediators, including
histamine .
Objective: Analyzing whether administration of ketotifen is effective in
controlling the release of histamine from mast cells that occurs after atracurium
administration in endotracheal intubation , by calculating differences in serum
histamine levels with and without administrating prior ketotifen.
Methods : Experimental design of clinical trials with double-blind randomized
controlled trial . Thirty samples of the patients with ASA physical status I and II
who will undergo surgery with general anesthesia, were divided into two groups .
Experimental group , the treatment group was consisted of 15 patients who were
given oral ketotifen twice, each 2 mg at night and morning before surgery is given
in the form of capsules. Control Group , is a patient group consisted of 15 patients
who were given placebo orally two times , ie each one capsule in the night and
morning before surgery . Taking 3 mL venous blood sampling were taken just prior
to atracurium administration and three minutes after administration of atracurium.
Analyzed by quantitative histamine ELISA immunoassay reader . Histamine levels
obtained were analyzed by statistical tests nonparametric Mann-Whitney U.
Results : There were significant differences (P<0.05), serum histamine levels in
the experimental group were given ketotifen when compared with a control group
given a placebo .
Conclusion : Ketotifen has a role in preventing the release of histamine after
admistration atracurium with significant result.
Keywords : Ketotifen, histamine, atracurium