ABSTRAK
Novita Hadiningrum, I0309038. PERANCANGAN KERANGKA KERJA
UNTUK IMPLEMENTASI STANDAR PROSEDUR OPERASI BUDIDAYA
DAN PENANGANAN PASCA PANEN DI KLASTER BIOFARMAKA
KABUPATEN KARANGANYAR. Skripsi. Surakarta: Jurusan Teknik
Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret, September 2013.
Munculnya trend back to nature di pasar global membuka peluang
Indonesia melalui sentra-sentra (klaster) tanaman obat untuk berkembang,
termasuk Klaster Biofarmaka di Kabupaten Karanganyar. Klaster ini memiliki
kegiatan budidaya dan penanganan pasca panen tanaman obat, produksi simplisia,
serta produksi beberapa jenis obat tradisional. Namun, terdapat permasalahan
yang menghambat klaster ini untuk berkembang yaitu kurangnya standar kualitas,
kuantitas dan kontinuitas. Upaya telah dilakukan oleh peneliti Fahma, dkk (2012)
berupa perancangan Standar Prosedur Operasi (SPO) untuk proses budidaya dan
pasca panen tanaman obat. SPO tersebut telah diuji coba dalam skala kecil
(simulasi), namun belum diimplementasikan real pada proses budidaya maupun
pascapanen petani. Untuk mengimplementasikan secara real, diperlukan kerangka
kerja yang mensinergikan entitas, aktivitas dan media pembelajarannya, sehingga
SPO dapat terimplementasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Penyusunan kerangka kerja menggunakan model implementasi kualitas
Irianto (2005) yang terdiri dari tiga dimensi yaitu konteks, proses dan konten.
Dimensi konteks merupakan kondisi budaya masyarakat dan organisasi. Untuk
eksplorasinya, dilakukan wawancara dan observasi pada petani klaster. Dimensi
proses merupakan mekanisme pembelajaran untuk mengimplementasikan SPO,
dalam menyusunnya didasarkan pada hasil wawancara dengan Badan Pengkajian
Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Untuk dimensi konten, merupakan metode
baru yang akan diimplementasikan yaitu SPO budidaya dan pasca panen rimpang.
Kerangka kerja yang disusun terdiri dari entitas, kegiatan antar entitas, dan
media yang dapat digunakan untuk menunjang implementasi SPO. Kerangka kerja
tersebut terdiri dari enam entitas beserta masing-masing kegiatannya. Entitas yang
terlibat terdiri dari mitra industri, produksi, pemimpin klaster, dinas pemerintah,
pemimpin kelompok tani dan petani. Media yang dipergunakan untuk menunjang
implementasi SPO adalah aktivitas kumpul tani dan SPO dalam bentuk pamflet,
gambar dan atau audio visual. Kerangka kerja hasil rancangan ini, diharapkan
dapat mendukung perbaikkan proses di klaster biofarmaka karanganyar.
Kata kunci: biofarmaka, budaya, kerangka kerja
ABSTRACT
Novita Hadiningrum, I0309038. FRAMEWORK DESIGN FOR STANDARD
OPERATING PROCEDURES (SOP) IMPLEMENTATION OF
CULTIVATION AND POST-HARVEST IN CLUSTER BIOPHARMACA
KARANGANYAR.Thesis. Surakarta : Department of Industrial Engineering,
Faculty of Engineering, Sebelas Maret University, September 2013.
Trend back to nature in international market provide opportunities for
Indonesia trough center of medicinal herbs such as Cluster Biopharmaca
Karanganyar to developed. There are some activities in cluster include cultivation
and post-harvest medicinal herbs, simplicia production, and some medicine.
Standardization of quality, quantity and continuity are the problems in the Cluster
Biopharmaca Karanganyar to get that opportunities. Efforts have been made in
previous research (Fahma,dkk 2012) such as draft of Standard Operating
Procedures (SOP) at the stage of cultivation and post-harvest processing. SOP
have simulated, but not in the real stage of process cultivation and post-harvest.
Therefore, in assisting the real implementation of SOP, this study design a
framework that can synergize entity, activities and media used in order to SOP
can be running independently and continuously.
Preparation of a framework adapted to the quality of the implementation
model Irianto (2005) that consists of three dimensions: context, process and
content. Context dimension is the state of national and organizational culture. In
exploration, using interview and observation with farmer in cluster. Process
dimension is a learning mechanism for SOP implementation, it using interview
result with Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.. In the content
dimension, there are new methodes that will be implement such a SOP at the stage
of cultivation and post-harvest processing.
Structured framework consists of the entity, the activities of inter-entity, and
media that can be used in the SOP implementation. Framework design consist of
six entities. There are industries partner, production, head of cluster, government
agencies, head of farmer group, and farmer. The supporting activity in SOP
implementation is meeting (kumpul tani) and SOP using leaflet, pictures, and
videos. The presence of this framework can provide process improvement in the
Cluster Biopharmaca Karanganyar.
Kata kunci: biopharmaca, culture, framewor