Salah satu sumber senyawa lutein berasal dari sayuran hijau seperti bayam. Kandungan lutein pada daun bayam dilaporkan
sekitar 6,6 mg per 100 gram berat basah. Senyawa lutein merupakan pigmen yang tergolong xantofil bersifat larut dalam lemak. Fungsi
utama lutein yaitu merupakan karotenoid yang bertanggung jawab untuk kesehatan makular retina mata. Manfaat lainnya sebagai
antioksidan, antikolesterol, antitumor dan anti penuaan dini. Penelitian ini menguji potensi antioksidan lutein yang diekstraksi dari dua
jenis daun bayam yaitu bayam hijau dan bayam merah untuk menetralisir kerja oksidan tert butil hidroksiperoksida (t-BHP) pada sel
darah domba. Lutein diuji pada konsentrasi: 4, 6, 8 dan 10 g/ml pada sel darah merah yang teroksidasi t-BHP 5mM. Perlakuan
dibandingkan terhadap antioksidan Vitamin E 4g/ml sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan lutein dari bayam
pada konsentrasi 6g/ml dapat menurunkan kadar malondealdehid (MDA) paling tinggi sebesar 13,8 nmol/ml (bayam hijau) dan 13,44
nmol/ml (bayam merah). Aktifitas enzim superoksid dismutase (SOD) pada darah yang teroksidasi t-BHP mengalami peningkatan
terbesar pada pemberian lutein bayam hijau konsentrasi 8g/ml yaitu 1,7U/ml dan bayam merah 6g/ml sebesar 1,74U/ml, sedangkan
peningkatan aktifitas enzim katalase tertinggi dicapai pada perlakuan konsentrasi lutein 10g/ml sebesar 264,43U/ml (bayam hijau) dan
213,275U/ml (bayam merah).
Kata Kunci: Lutein, daun Bayam, t-BHP, MDA, SOD, katalas