Hakikat IPA meliputi tiga unsur, yaitu produk, proses, dan sikap ilmiah.
Namun saat ini, pembelajaran IPA yang dilaksanakan belum melibatkan siswa
secara aktif pada proses IPA. Oleh sebab itu, perlu menerapkan metode
pembelajaran dengan memperhatikan faktor internal siswa. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran pictorial riddle
dan problem solving, kemampuan berpikir kritis, kemampuan analisis, dan
interaksinya terhadap prestasi belajar siswa.
Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain
faktorial 2x2x2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP
Negeri 3 Natar Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ditentukan dengan
teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas, yaitu VIII C sebagai kelas
eksperimen I diberi pembelajaran dengan metode pictorial riddle dan kelas VIII B
sebagai kelas eksperimen II diberi pembelajaran dengan metode problem solving.
Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk kemampuan berpikir kritis,
kemampuan analisis, prestasi kognitif, angket dan lembar observasi untuk prestasi
afektif, serta lembar observasi untuk prestasi psikomotorik. Teknik analisis data
menggunakan anava tiga jalan, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut .
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) tidak ada perbedaan pengaruh
penerapan pembelajaran dengan metode pictorial riddle dan problem solving
terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotorik, namun berpengaruh terhadap
prestasi belajar afektif; (2) ada perbedaan pengaruh kemampuan berpikir kritis
tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; (3)
ada perbedaan pengaruh kemampuan analisis tinggi dan rendah terhadap prestasi
belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; (4) ada interaksi antara metode pictorial
riddle dan problem solving dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi
belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar
psikomotorik; (5) tidak ada interaksi antara metode pictorial riddle dan problem
solving dengan kemampuan analisis terhadap prestasi belajar kognitif, tetapi ada
interaksi terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotorik; (6) tidak ada interaksi
antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan analisis terhadap prestasi
belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik; (7) tidak ada interaksi antara metode
pictorial riddle dan problem solving dengan kemampuan berpikir kritis dan
kemampuan analisis siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan
psikomotorik siswa.
Kata kunci : pictorial riddle, problem solving, getaran dan gelombang