research

KEBIJAKAN MINUS GROWTH OF PERSONNEL DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NGAWI (Studi Tentang Implementasi Kebijakan Pelarangan Pengangkatan Tenaga Honorer dan Kontrak Baru)

Abstract

The governmental apparatus resource formation is regulated with zero system or minus growth of personnel, and therefore the job recruitment must be based on job analysis. The Local Government of Ngawi regency responds this provision with a policy which is stated in a Decree of Regent of Ngawi regency Number: 188/1703/415.021/2001 regarding Prohibition of Appointment of New Honorary and Contract Workers, which is reaffirmed with Decree of Regent of Ngawi regency Number: 188/22/415.021/2003 and that of Regent of Ngawi regency Number: 188/1125/415.021/2004. The objectives of this research are to investigate the implementation of the policy of prohibition of appointment of new honorary and contract workers at the Local Government of Ngawi regency and the factors influencing the implementation of the policy. This research used the descriptive qualitative research approach. The data of the research were gathered through in-depth interview, document tracing, and library research. They were then described qualitatively. The informants of the research were determined purposively in an attempt to choose those knowing the research problems being studied. The data of the research were validated by using source triangulation. They were then analyzed by using the interactive model of analysis comprising data reduction, data display, and verification or conclusion drawing. The results of the research show that the implementation of the policy of prohibition of appointment of new honorary and contract workers at the Local Government of Ngawi regency has not been effective although it has been done in three phases, namely: socialization, implementation, and monitoring. The socialization was not done routinely but once time as soon as each policy was enacted. In its implementation, the obedience to the policy took place in the period of 2001 – 2004 as indicated by the decreased number of workers. However, in the period of 2005 – 2011, it is found that many work units poorly heeded the policy; they did appoint new honorary and contract workers. As a result, there was an increase in the number of workers. The monitoring was ever conducted, but it went on for several times only. The factors influencing the implementation of the policy are communication and attitudes of its executants. The former was only done through socialization when the policy was enacted. In the latter, many of the implementers of the policy ignored them. The implication of the implementation of the policy indicates that the minus growth of personnel which is the principal objective of the policy of prohibition of appointment of new honorary and contract workers at the Local Government of Ngawi regency was only reached in the period of 2001 – 2004, but it became far from the grasp in the period of 2005 – 2011. Formasi sumberdaya aparatur pemerintah dilakukan dengan zero dan atau minus growth of personnel sehingga job recruitment berdasar job analysis. Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi menyikapi ketentuan ini melalui kebijakan pemerintah daerah tentang pelarangan pengangkatan tenaga honorer dan kontrak yaitu Keputusan Bupati nomor 188/1703/415.021/2001 yang kemudian ditegaskan dengan Keputusan Bupati nomor 188/22/415.021/2003 dan ditegaskan kembali dengan Keputusan Bupati nomor 188/1125/415.021/2004. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi kebijakan pelarangan pengangkatan tenaga honorer dan kontrak baru di pemerintah daerah kabupaten Ngawi serta faktorfaktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari hasil wawancara, penelusuran dokumen dan kepustakaan yang kemudian didiskripsikan secara kualitatif. Penentuan informan dilakukan secara purposif yaitu memilih informan yang dianggap tahu mengenai permasalahan yang diteliti. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dengan sumber. Analisis data dilakukan dengan model analisis interkatif yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pelarangan pengangkatan tenaga honorer dan kontrak baru di pemerintah daerah Kabupaten Ngawi belum efektif meskipun sudah dilakukan dalam tiga tahapan yaitu sosialisasi, pelaksanaan, dan monitoring. Tahapan sosialisasi tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan satu kali yaitu setiap kebijakan tersebut ditetapkan. Dalam implementasinya pelaksanaan, kepatuhan pada kebijakan tersebut terjadi pada periode tahun 2001-2004 yang menunjukkan adanya penurunan jumlah pegawai. Pada tahun 2005-2011 ditemukan banyak satuan kerja yang kurang mengindahkan kebijakan tersebut dengan tetap mengangkat tenaga kontrak baru sehingga terjadi kenaikan jumlah pegawai. Tahapan monitoring pernah dilakukan, tetapi hanya berjalan beberapa kali dan setelah itu tidak dilakukan lagi. Faktor yang berpengarruh terhadap implementasi kebijakan ialah faktor komunikasi dan sikap pelaksana. Komunikasi dalam kebijakan ini hanya dilakukan melalui sosialisasi pada saat kebijakan tersebut diundangkan. Dalam sikap pelaksana diketahui bahwa pelaksana kebijakan banyak yang mengabaikan kebijakan tersebut. Implikasi dari implementasi kebijakan ini dapat diketahui bahwa minus growth of personnel yang menjadi tujuan dari kebijakan pelarangan pengangkatan tenaga honorer dan kontrak baru di pemerintah daerah Kabupaten Ngawi hanya tercapai pada periode tahun 2001-2004 dan semakin jauh dari target capaian untuk periode tahun 2005-2011

    Similar works