Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat brand awareness
(kesadaran merek) objek wisata Candi Cetho yang diukur berdasarkan top
of mind (puncak pikiran), brand recall (pengingatan merek kembali), brand
recognition (pengenalan merek), dan unaware of brand (tidak mengenal
merek).
Populasi penelitian ini adalah masyarakat Solo Raya yang terdapat
di tujuh kabupaten/kota yaitu : Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen,
Klaten, Boyolali, dan Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode
survey, jumlah sampel terdiri dari 100 responden. Teknik pengambilan
sampel dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling yaitu
dengan metode convenience sampling. Sumber data yang digunakan
adalah sumber data primer yang berupa kuesioner dan sumber data
sekunder yang berupa data dari dinas pariwisata dan kebudayaan
kabupaten Karanganyar. Untuk mengetahui tingkat brand awareness
(kesadaran merek) masyarakat Solo Raya terhadap objek wisata Candi
Cetho maka digunakan metode analisis survey yang merupakan
interprestasi dari hasil jawaban yang diperoleh responden melalui
penyebaran kuesioner.
Berdasarkan hasil analisis survey, dapat disimpulkan bahwa Candi
Borobudur menempati posisi top of mind (puncak pikiran) dengan
prosentase sebesar 51%. Untuk brand recall (pengingatan merek
kembali), objek wisata Candi Cetho memperoleh prosentase terbanyak
yaitu sebesar 36%. Pada brand recognition (pengenalan merek) dengan
bantuan pertanyaan dengan prosentase sebesar 53% mengenal objek
wisata Candi Cetho dan telah menuliskannya pada pertanyaan
sebelumnya, dan dengan bantuan gambar/foto sebanyak 61% responden
menyatakan mengetahui/mengenal objek wisata Candi Cetho, selain itu
yang tidak menyadari objek wisata Candi Cetho dengan bantuan
pertanyaan sebesar 24% dan dengan bantuan gambar/foto sebesar 39%.
Sumber media informasi yang dipilih responden dengan prosentase 56%
adalah teman.
Kata Kunci : Brand Awareness (Kesadaran Merek