This research aimed to evaluate the effect of mangosteen peel’s extract (EKM)
supplementation in the ration on male broiler performance. This research carried out
for five weeks in the Randusari village RT 01 RW 18 Palur, Mojolaban, Sukoharjo.
The experiment used were 100 males broiler with the average body weight
322,92±32,29 g (cv= 10,62%). The design of the treatment was completely
randomized design (CRD) with five treatments rations, each repeated four times and
each replication consisted of five males broiler. The ration were a commercial ration
phase as the starter and finisher basal ration. The treatments includes P0 (basal ration),
P0,1 (basal ration + 0,1% EKM/kg feed), P0,2 (basal ration + 0,2% EKM/kg feed), P0,3
(basal ration + 0,3% EKM/kg feed) and PBHT (basal ration + 0,02% BHT/kg feed).
The results showed that EKM and BHT supplementation in the ration did not
effect (P> 0,05) to feed intake, PBBH, FCR and REP. The research concluded that
EKM supplementation as a source of natural antioxidants in the ration up to 0,3%/kg
ration and BHT supplementation as a source of synthetic antioxidants in the ration up
to 0,02%/kg ration has been unable to improve the performance of male broiler.
Mangosteen peel’s extract can be used as an alternative antioxidants of BHT.
Key words : male broiler chicken, mangosteen peel’s extract, performance
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi ekstrak kulit
manggis (EKM) dalam ransum terhadap performan ayam broiler jantan. Penelitian
dilaksanakan selama lima minggu di kandang yang berlokasi di Desa Randusari RT
01 RW 18 Palur, Mojolaban, Sukoharjo.
Materi yang digunakan adalah 100 ekor ayam broiler jantan dengan rerata bobot
badan awal perlakuan (umur 11 hari) adalah 322,92±32,29 g (cv = 10,62%).
Rancangan perlakuan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan lima perlakuan ransum, masing-masing diulang empat kali dan setiap ulangan
terdiri dari lima ekor ayam broiler jantan. Ransum yang digunakan adalah ransum
komersial fase starter dan finisher sebagai ransum basal. Perlakuan yang diberikan
meliputi P0 (ransum basal), P0,1 (ransum basal + 0,1% EKM/kg ransum), P0,2 (ransum
basal + 0,2% EKM/kg ransum), P0,3 (ransum basal + 0,3% EKM/kg ransum) dan PBHT
(ransum basal + 0,02% BHT/kg ransum).
Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian feed additive EKM
maupun BHT dalam ransum tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi ransum,
pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi ransum dan rasio efisiensi protein
(REP). Simpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah suplementasi EKM
sebagai sumber antioksidan alami sampai level 0,3% dan BHT sebagai sumber
antioksidan sintetik sampai level 0,02% dalam ransum belum dapat memperbaiki
performan ayam broiler jantan. Ekstrak kulit manggis dapat digunakan sebagai
antioksidan alternatif pengganti BHT.
Kata kunci : ayam broiler jantan, ekstrak kulit manggis, performa