Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran yang digunakan dalam
pemasaran susu segar di Kabupaten Klaten, besarnya biaya, keuntungan, margin pemasaran
serta efisiensinya.Metode dasar yang digunakan adalah deskriptif analitis dan secara
purposive sampling dipilih Desa Kayumas Kecamatan Jatinom sebagai daerah
penelitian.Sampel peternak berjumlah 30 orang yang diambil dengan metode sample random
sampling. Sedangkan sampel pedagang diambil secara snowball sampling terdiri dari 2
pedagang pengumpul, 3 pedagang pengecer dan 1 pedagang perantara. Data yang digunakan
adalah data primer dan sekunder yang diambil pada bulan April 2010 dengan teknik
wawancara, pencatatan dan observasi. Analisis data menggunakan cost margin analysis.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada dua pola saluran pemasaran susu segar
yaitu, saluran I: Peternak → TPS → KUD → IPS, Home Industry, Pedagang Pengecer, dan
Konsumen. Saluran II : Peternak → Pedagang Pengumpul → Pedagang Luar Kecamatan
Jatinom. Pada saluran I total biaya pemasaran adalah Rp. 263,76 per liter, total keuntungan
pemasaran Rp. 143,26 per liter dan margin pemasaran Rp. 328,26 per liter. Untuk saluran
pemasaran II total biaya pemasaran Rp. 52,93 per liter, total keuntungan pemasaran Rp. 60,07
per liter dan margin pemasaran Rp. 81,50 per liter. Secara ekonomis, kedua saluran
pemasaran sudah efisien dengan nilai farmer’s share 89,06 % untuk saluran I dan 97,24 %
untuk saluran II.
Kata Kunci : Biaya, Margin, Keuntungan, Efisiensi Pemasaran, Farmer’s Shar