RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PURWOCENG
(Pimpinella pruatjan Molk.) DI BOYOLALI TERHADAP PEMBERIAN
PUPUK ORGANIK DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA
Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) adalah salah satu jenis tanaman
obat asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat, terutama akarnya yang dapat
meningkatkan kadar hormon testosteron yang sangat menentukan dalam hal
vitalitas tubuh dan stamina. Purwoceng memiliki potensi yang besar tetapi
pengembangannya masih sangat kurang. Purwoceng perlu dibudidayakan secara
ex situ sesuai dengan syarat tumbuhnya agar tidak punah. Pupuk organik dan
Cendawan Mikoriza Arbuskula merupakan kebutuhan bagi pengembangan
budidaya tanaman purwoceng di luar habitat aslinya. Berdasarkan manfaat yang
dimiliki keduanya, maka diharapkan penggunaan CMA yang dikombinasikan
dengan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman
purwoceng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik dan
dosis CMA yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman purwoceng serta
mengetahui interaksi keduanya.
Penelitian ini dilakukan mulai bulan November 2012 hingga Mei 2013, di\ud
Selo (Boyolali) dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Bioteknologi, Fakultas
Pertanian UNS Surakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu pupuk organik dan CMA.
Masing-masing faktor terdiri atas lima taraf, yaitu pupuk organik (tanpa pupuk
organik, pupuk kompos, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan
pupuk kandang sapi) dan CMA (0 g/tanaman, 10 g/tanaman, 20 g/tanaman, 30
g/tanaman dan 40 g/tanaman) sehingga diperoleh 25 kombinasi perlakuan dan
setiap perlakuan diulang 3 kali.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian
berbagai jenis pupuk organik dan dosis CMA terhadap peubah pertumbuhan dan
hasil tanaman purwoceng. Pemberian pupuk kompos memperoleh hasil yang
tinggi pada jumlah daun sebesar 104 helai; diameter tajuk tanaman sepanjang
48,65 cm; berat segar biomassa tanaman 23,06 g; dan berat kering tanaman 3,79
g. Pemberian berbagai dosis CMA belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan
hasil tanaman purwoceng