Rekayasa Unit Pengolah Limbah Batubara Dan
Pemanfaatannya Sebagai Pengganti Semen Pada Pembuatan Bahan Bangunan
Guna Mengendalikan Pencemaran Lingkungan
Limbah batubara di PT.Sritex termasuk limbah padat B3 yang berdampak
negatif, karena senyawa SOx dan NOx berbentuk gas ke udara dan bereaksi
dengan uap air membentuk H2SO4 dan HNO3, berakibat hujan asam yang
berbahaya terhadap lingkungan dan gangguan kesehatan. Tujuan penelitian ini
adalah memanfaatkan limbah batubara tersebut menjadi Fly Ashdan bottom ash
dimana fly ash digunakan sebagai bahan alternatif pengganti semen pada
pembuatan paving block dan batako agar mempunyai sifat fisis dan mekanis lebih
baik dan bernilai jual tinggi.
Metoda experimental dilakukan untuk memproduksi sample di pabrik
batako dan paving block. Independent variableyang digunakan dalam penelitian
ini adalah: komposisi fly ash (20% dan 40%); komposisi pasir : semen (8:0.75 dan
10:1); pengadukan (4 menit dan 8 menit). Adapun dependent variable yang
digunakan adalah kuat tekan dan porositas pada paving block dan batako. Data
dari pengujian kuat tekan dan porositas kemudian dianalisa dengan metoda
Taguchi untuk mendapatkan komposisi yang paling optimal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi fly ash;komposisi pasir : semen;
dan pengadukan memberikan sumbangan kontribusi pada kuat tekan paving block
masing-masing sebesar 38.969%; 20.336% dan 7.361%. Sedangkan persen
kontribusi pada kuat tekan batako masing-masing sebesar 49.976%; 7.861%; dan
15.169%. Persen kontribusi masing-masing variabel terhadap porositas paving
blcok adalah 33.379%; 14.76% dan 23.275%. Sedangkan pada porositas batako
sebesar 35.567%; 9.447% dan 9.04%. Output pada penelitian ini adalah komposisi
bahan pembuat paving block dan batako yang optimal dengan memanfaatkan
limbah batu bara (fly ash). Agar diperoleh produk batako dan paving block yang
berkualitas ditinjau dari kuat tekan dan porositas yang optimal maka dapat
dilakukan dengan memvariasikan komposisi fly ash 20%, komposisi pasir:semen
8:0.75 dan pengadukan 4 menit