Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan perbandingan sari
secang dengan konsentrasi sukrosa minuman sari secang. Manfaat dari penelitian
ini adalah meningkatkan nilai kayu secang dalam olahan minuman, memanfaatkan
kandungan alami dalam kayu secang sebagai minuman yang memberikan dampak
positif.
Penelitian yang dilakukan terdiri dari dua tahap yaitu penelitian
pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah
menentukan formulasi bahan kering yang terbagi kedalam tiga formulasi, formula
1, formula 2, dan formula 3. Penelitian utama yang dilakukan adalah minuman sari
secang dengan menggunakan formulasi bahan kering yang telah didapatkan dari
penelitian pendahuluan dan menggunakan sukrosa. Rancangan percobaan yang
digunakan adalah pola faktorial 9x1 dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK)
yang terdiri dari 1 faktor yaitu faktor perbandingan sari secang dengan konsentrasi
sukrosa yang terdiri dari 9 taraf yaitu 1:5 : 8%, 1:5 : 10%, 1:5 : 12%, 1:7 : 8%, 1:7
: 10%, 1:7 : 12%, 1:9 : 8%, 1:9 :10%, dan 1:0 : 12%. Respon yang dianalisis adalah
kadar vitamin c, kadar gula reduksi, viskositas, serta warna, rasa, aroma, minuman
sari secang.
Hasil dari penelitian pendahuluan menunjukkan formula 1 mempunyai
kandungan gula reduksi sebesar 0,04 % dan kadar vitamin c sebesar 64,47 mg/100gr,
serta hasil organoleptik pada penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa formula 1
lebih banyak disukai panelis. Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa
perbandingan sari secang dengan sukrosa berpengaruh terhadap warna, aroma
viskositas, vitamin c, dan gula reduksi tetapi tidak berpengaruh terhadap rasa minuman
sari secang. Produk terpilih (a1 92% sari secang : 8% sukrosa) memiliki kadar vitamin
C 98,40 mg/100gr, viskositas 8,916x10-4 kg/ms, gula reduksi 2,10%, dan aktivitas
antioksidan pada minuman sari secang, sebesar IC 50 18,341 ppm.
Kata Kunci : Kayu Secang, Sukrosa, Minuman Sari Secan