Betain merupakan aditif pakan yang berfungsi sebagai donor gugus metil
dan osmolit organik. Betain sebagai donor gugus metil dapat mengoptimalkan
penggunaan donor gugus metil lainnya seperti metionin, sehingga diharapkan
betain meningkatkan ketersediaan metionin untuk sintesis protein yang berpotensi
meningkatkan kualitas telur. Betain sebagai osmolit organik dapat melindungi sel
dari berbagai tekanan osmotik, sehingga dapat meningkatkan kecernaan nutrien
dan produksi ternak yang diharapkan berkorelasi dengan peningkatan kualitas
telur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi betain dan
aras betain yang optimal dalam ransum terhadap kualitas telur puyuh.
Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan mulai April sampai dengan
Agustus 2012 bertempat di Mini Farm Jurusan Peternakan di Desa Jatikuwung,
Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Materi yang digunakan adalah
puyuh betina umur 28 hari sebanyak 340 ekor yang dibagi dalam empat macam
perlakuan dengan lima ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 17 ekor puyuh.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak
Lengkap Pola Searah.
Ransum basal tersusun dari jagung kuning, bekatul padi, bungkil kedelai,
tepung ikan, onggok, limestone, dikalsium fosfat, lisin, metionin, premix, garam
dan betain. Perlakuan yang diberikan meliputi ransum basal tanpa suplementasi
betain (P0), serta ransum basal yang disuplementasi betain sebesar 0,07; 0,14 dan
0,21% disebut sebagai P1, P2 dan P3. Peubah yang diamati meliputi persentase
lemak telur, protein telur, yolk dan kerabang. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi betain tidak
berpengaruh terhadap persentase lemak telur, protein telur dan yolk, tetapi
berpengaruh (P<0,05) terhadap persentase kerabang dengan persamaan regresi
kuadratik y = 7,9157 + 13,5603x – 84,6207x2 (R2=0,31), dengan titik optimum
sebesar 0,08%. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian adalah
suplementasi betain sampai taraf 0,08% dalam ransum dapat meningkatkan
persentase kerabang.
Kata kunci: puyuh, kualitas telur, suplementasi, betain, ransu