Pemenuhan sumber energi masyarakat Indonesia masih tergantung
pada bahan bakar fosil. Jika ditelaah lebih jauh, ketergantungan terhadap
bahan bakar fosil setidaknya memiliki 3 ancaman serius yakni:
1. Menipisnya cadangan bahan bakar fosil.
2. Ketidakstabilan harga akibat laju permintaan yang lebih besar dari
produksinya.
3. Polusi gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar
fosil yang dapat menyebabkan pemanasan global.
Penanggulangan masalah yang terjadi akibat penggunaan bahan bakar
fosil adalah mengembangkan sumber energi yang baru dan terbarukan
sekaligus ramah lingkungan.
(www.agilonbetterment.wordpress.com)
Keunggulan bioenergi dibandingkan bahan bakar fosil yaitu dapat
diperbaharui (renewable), ramah lingkungan, dapat meningkatkan kinerja
mesin (pembakaran lebih sempurna, mesin bersih dan halus), pada harga
BBM fosil mencapai USD 50-60 per barrel, harga bioenergi akan menjadi
kompatitif (lebih murah) dibandingkan dengan harga BBM fosil sehingga
biofuel sangat layak dikembangkan sebagai energi alternatif pengganti BBM
fosil, yang semakin terbatas ketersediaannya.
(http://smansakudus.com)
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata
atmosfer, laut dan daratan bumi. Penyebab utama pemanasan ini adalah
pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam,
yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas
rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah
kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari
Matahari yang dipancarkan ke bumi. Rata-rata temperatur permukaan bumi
2
Laporan Tugas Akhir
Pembuatan Alat Pengering Bioetanol
Metode Adsorbsi dalam Kolom Unggun Tetap
Program D3 Teknik Kimia
Universitas Sebelas Maret Surakarta
sekitar 15°C (59°F). Selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini
telah meningkat sebesar 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit). Kenaikan
temperatur ini akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan
menghangatkan lautan, yang mengakibatkan meningkatnya volume larutan
serta menaikkan permukaannya sekitar 9 - 100 cm (4 - 40 inchi),
menimbulkan banjir di daerah pantai, bahkan dapat menenggelamkan pulaupulau.
(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global)
Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui dan apabila
dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis. Jenis energi
terbarukan meliputi biomassa, panas bumi, energi surya, energi air, energi
angin, dan energi samudera.
Kesadaran terhadap ancaman serius tersebut telah mengintensifkan
berbagai riset yang bertujuan menghasilkan sumber-sumber energi (energy
resources) ataupun pembawa energi (energy carrier) yang lebih terjamin
keberlanjutannya (sustainable) dan lebih ramah lingkungan salah satunya
adalah sumber energi dari bioetanol.
Inpres No.1/2006 dan No.5/2006 mengenai energi terbarukan
merupakan landasan hukum untuk mengembangkan energi terbarukan. Pada
cetak biru energi Nasional 2005-2006 dinyatakan pada tahun 2006 akan
dibangun 17 pabrik gasohol dengan kapasitas 60 kilo liter per hari dan tahun
2008 sebanyak 8 pabrik serta 25 pabrik di tahun 2016 (Kompas 2 Maret,
2006)