Setiap siswa merupakan pribadi yang unik,berbeda satu dengan yang lain
baik dalam tingkatan intelegensi,kondisi fisik dan emosi maupun kondisi
sosialnya.Sementara di sekolah,semua siswa mendapatkan layanan pendidikan yang
sama, selain itu proses belajar mengajarnya sebagian besar masih menerapkan
pembelajaran yang konvensional. Di mana guru sangat mendominasi kegiatan
pembelajaran di kelas, penggunaan metode ceramah, media yang minim sehingga
keaktifan Siswa sangat rendah. Akibatnya ada sebagian siswa yang hasil belajarnya
jauh lebih rendah dibanding ternan-ternan lain di kelasnya.
Salah satu pelajaran di sekolah dasar yang rata-rata hasilnya rendah adalah
Matematika. Padahal Matematika termasuk dalam salah satu kemampuan dasar yang
harus dikuasai siswa di samping membaca dan menulis. Pada kenyataannya, jika
diperhatikan hasil belajar Matematika masih tergolong rendah dimana nilai siswa
5,6 sementara nilai yang diharapkan adalah 6,5 ke atas.Hal ini disebabkan karena
banyak mitos menyesatkan mengenai Matematika. Mitos-mitos salah ini memberi
andil besar dalam membuat sebagian masyarakat merasa alergi bahkan tidak
menyukai Matematika. Akibatnya, mayoritas siswa kita mendapat nilai buruk untuk
bidang studi ini, bukan lantaran tidak mampu, melainkan karena sejak awal sudah
merasa alergi dan takut sehingga tidak pernah atau malas untuk mempelajar