Perekonomian di Indonesia berkembang sangat pesat. Perkembangan ini terbukti dengan
tumbuhnya banyak lembaga yang mendukung perekonomian namun perkembangan ini juga di ikuti
dengan krisis seperti krisis di asia, krisis global. Para ulama dan ilmuwan muslim dalam beberapa
waktu telah menenemukan sistem ekonomi syariah yang bertujuan memperoleh kabahagiaan dunia
dan akhirat. Sistem ekonomi syariah ini menggunakan sumber utama dari alqur’an dan hadis seperti
yang mereka yakini.
Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia pertama bank muamalat kemudian diikuti bank
syariah lainnya, pegadaian, asuransi syariah, bahkan lembaga keuangan mikro syariah juga tumbuh.
Lembaga mikro tersebut sering kita sebut Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). Di Sukoharjo sendiri
perkembangan BMT sangat baik hingga tahun 2008 telah tercatat sebanyak 31 BMT dari 7 BMT di
tahun 1999 (Dinas Perindag dan PM Kab Sukoharjo)
BMT Arafah Sukoharjo merupakan sebuah perusahaan jasa keuangan yang sedang berkembang.
Keadaan ini tentu saja memiliki kelebihan dan kelemahan.. Dalam keadaan ini, BMT memerlukan
langkahlangkah
untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan dikarenakan pentingnya kualitas
untuk suatu perusahaan khususnya BMT untuk dapat bertahan. Dengan ini maka penulis
mengambil judul “analisis kualitas pelayanan di Baitul maal Wa tamwil (BMT) dengan Quality
Function Deployment (QFD) (Studi kasus di BMT Arafah)”