Menyusui dapat melindungi bayi dari infeksi, memberikan suplai nutrisi yang dibutuhkan, dan dapat memberikan kekebalan untuk bayi. Namun produksi ASI seringkali terhambat karena penggunaan kontrasepsi yang tidak sesuai. Dari studi pendahuluan 16 ibu hamil ada 11 ibu hamil yang tidak tahu tentang kontrasepsi suntik untuk ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kontrasepsi suntik untuk ibu menyusui di BPS Basori Surabaya.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, populasinya adalah semua ibu hamil awal trimester III yang berjumlah 41 responden. Besar sampel 41 responden yang diambil menggunakan teknik non probability sampling dengan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, setelah itu data diolah secara editing, coding, data entri, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan distribusi frekuensi dan tabulasi silang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 responden tingkat pengetahuan tentang alat kontrasepsi suntik untuk ibu menyusui hampir setengah (43,90 %) berpengetahuan cukup, hampir setengah berpengetahuan kurang (34,25 %), dan sebagian kecil berpengetahuan baik (21,95 %).
Simpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan ibu hamil tentang alat kontrasepsi suntik untuk ibu menyusui hampir setengahnya berpengetahuan cukup. Dalam hal ini peran bidan sangatlah penting, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan HE kepada ibu hamil tentang kontrasepsi suntik untuk ibu menyusui