Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara umur penderita dengan
mioma uteri.
Tempat : RSUD Dr.Moewardi Surakarta
Rancangan Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan
cross sectional. Penelitian dilakukan di instalasi Catatan Medik RSUD Dr.Moewardi
Surakarta tanggal 15-20 Juni 2009. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita
dengan diagnosis tumor jinak uteri yang pernah dirawat di RSUD Dr.Moewardi
Surakarta bulan Januari-Juni 2008. Pengambilan sampel menggunakan total sampling
yang dibatasi oleh kriteria inklusi dan eksklusi. Data didapatkan dari catatan medik
pasien, yang kemudian dimasukkan ke dalam master tabel. Untuk mencari ada tidaknya
hubungan antara umur penderita dengan mioma uteri, digunakan rumus Coefisien
Contingensi dengan terlebih dahulu mencari Chi Kuadrat. Data dianalisis dengan
bantuan program komputer SPSS versi 15.
Hasil : Jenis mioma uteri terbanyak pada mioma uteri submukosa, sebanyak 21 kasus
(36,20%), dilanjutkan mioma uteri subserosa sebanyak 16 kasus (27,59%), mioma uteri
intramural sebanyak 14 kasus (24,14%), dan mioma geburt 7 kasus (12,07%). Sebagian
penderita mengalami gejala perdarahan abnormal sebanyak 25 kasus (43,10%), massa di
abdomen sebanyak 24 kasus (41,38%), dan nyeri abdomen 9 kasus (15,52%). Mioma
uteri terbanyak diderita pada kelompok umur 41–50 tahun, sebanyak 38 penderita
(65,51%). Terdapat 9 penderita mioma uteri (15,52%) pada kelompok usia 31–40 tahun
dan kelompok usia ≥ 51 tahun. Sedangkan pada kelompok usia 21–30 tahun terdapat 2
penderita (3,45%). Tidak ditemukan penderita mioma uteri pada usia kurang dari 20
tahun. Hasil perhitungan statistik dengan menggunakan Coefisien Contingensi dan Chi
Kuadrat, dengan taraf signifikansi 95% dan derajat kepercayaan (dk)=3, didapatkan
nilai X2 hitung=15,727, dengan X2 tabel=7,815. Besarnya P=0,001 < α=0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara umur penderita dengan mioma
uteri di RSUD Dr.Moewardi Surakarta bulan Januari – Juni 2008.
Kata Kunci : Umur, Mioma Uteri