PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL PENGEMUDI
ANGKUTAN KOTA MENGGUNAKAN METODE SUBJECTIVE
WORKLOAD ASSESMENT TECHNIQUE (SWAT)
(STUDI KASUS : ANGKUTAN KOTA TRAYEK KEBON KALAPA – LEDENG &
CICAHEUM – LEDENG)
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja mental pada pengemudi
angkutan kota trayek Kebon Kalapa – Ledeng dan Cicaheum – Ledeng.
Mengingat bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas angkutan jalan yang
disebabkan oleh faktor sumber daya manusia, sehingga perlu diperhatikannya
aspek beban kerja mental pada pengemudi angkutan kota itu sendiri, yang
merupakan bagian dari lalu lintas angkutan jalan. Pengukuran beban kerja
mental ini dilakukan menggunakan metode SWAT yang terdiri dari tahap
pengumpulan dan pengolahan data Scale Development dan Event Scoring. Pada
tahap Scale Development, diawali dengan pengumpulan data menggunakan 27
kartu kombinasi beban kerja mental SWAT, dimana setiap orang coba diminta
untuk mengurutkan kartu kombinasi beban kerja mental dari kartu kombinasi
beban kerja mental terendah sampai dengan yang tertinggi dari keseluruhan
kartu. Digunakannya Skala Kelompok pada pengukuran beban kerja mental
SWAT ini dikarenakan setiap kategori pengemudi angkutan kota memiliki nilai
Koefisien Kendalls diatas 0,75. Hasil penilaian aktivitas pekerjaan Event Scoring
dicocokan dengan rating scale pada Scaling Solution yang didapatkan melalui
prototype analysis pada tahap Scale Development sehingga dapat diketahuinya
tingkat beban kerja mental dari pekerjaan yang diamati. Hasil dari pengukuran
beban kerja mental pada penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan
tingkat beban kerja mental antara pengemudi angkutan kota trayek Kebon Kalapa
– Ledeng dan Cicaheum – Ledeng. Hal ini terjadi karena adanya faktor waktu
pada pekerjaan, sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk menanggulangi hal
tersebut pada pengemudi angkutan kota itu sendiri untuk dapat lebih menguasai
katrakteristik pekerjaan, melakukan persiapan sebelum bekerja dan menjaga
kedisiplinan serta ketertiban dalam berlalu lintas.
Kata Kunci : Ergonomi, Beban Kerja Mental, SWAT, Pengemudi Angkutan Kot