Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas anti mikroba ekstrak daun salam dan
efektifitas ekstrak daun salam dalam membunuh bakteri penyebab karies gigi. Metode penelitian yang
dilakukan adalah dengan melakukan penelitian awal berupa pembuatan ekstrak dan uji susceptibility
terhadap ekstrak daun salam dengan metode difusi cakram dan membandingkannya dengan antibiotik
yang sering digunakan dalam mulut yaitu Chlorohexidine 0.1%. Selanjutnya dilakukan pengujian utama
terhadap bakteri uji dengan metode Minimum Inhibitory Concentration dan Minimum Bactericidal
Concentration. Hasil dari penelitian pendahuluan didapatkan bahwa jumlah ekstrak yang diperoleh
sebesar 8.1851 gram dan hasil untuk uji susceptibility menunjukkan seluruh bakteri uji sensitif terhadap
ekstrak daun salam pada konsentrasi 1% dan 10% dengan menunjukkan hasil zona bening sebebsar
11.70mm pada konsentrasi 1% dan 10% untuk Streptococcus mutans, 9.00mm pada konsenntrasi 1%
dan 13.90 pada konsentrasi 10% untuk Streptococcus sorbinus dan 9.30mm pada konsentrasi 1% dan
12.30mm pada konsentrasi 10% untuk Actinomyces viscosus. Hasil dari pengujian utama untuk 3 bakteri
penyebab karies gigi yaitu untuk Streptococcus mutans nilai MIC pada konsentrasi 0.10mg/mL, MBC
pada konsesntasi 0.20mg/mL; Streptococcus sorbinus nilai MIC pada konsentrasi 12.50mg/mL dan nilai
MBC 25.00 mg/mL; dan untuk Actynomyces viscosus nilai MIC 0.2mg/mL dan MBC 0.39mg/mL. Hasil
konsentrasi ekstrak yang paling efektif kemudian diuji cobakan terhadap air liur pria dan wanita
kemudian dihitung jumlah bakterinya menggunakan metode Total Plate Count dengan menggunakan
alat colony counter. Konsentrasi terpilih dari hasil aplikasi uji terhadap air liur kemudian dibuat permen
lunak ekstrak daun salam. Respon organoleptik yang diperoleh dari 30 orang panelis menunjukkan
bahwa warna agak disukai oleh panelis, aroma agak disukai oleh paneli, kekenyalan agak disukai oleh
panelis dan rasa disukai oleh panelis. Respon Kimia yang dilakukan terhadap bahan baku dan sampel
ekstrak adalah penentuan kadar air dengn hasil untuk bahan baku sebesar 5.4750% dan untuk ekstrak
sebesar 10.6193%.
Kata kunci: Ekstrak, daun salam, karies gigi, difusi cakram, Minimum Inhibitory Concentration,
Minimum Bactericidal Concentration, air liur, permen lunak