Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui saluran pemasaran susu
segar di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten (2) mengetahui tugas dan fungsi-
fungsi lembaga pemasaran susu segar di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten
(3) menganalisis besarnya biaya, keuntungan dan marjin pemasaran susu segar di
Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten (4) menganalisis tingkat efisiensi ekonomis
sistem pemasaran susu segar di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten.
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
analitik. Secara sengaja (purposive sampling) penelitian dilaksanakan di
Kecamatan Jatinom dan daerah penelitian diambil Desa Kayumas. Sampel
peternak yang diambil sebanyak 30 peternak sapi perah dan metode pengambilan
sampel peternak secara simple random sampling. Sedangkan pengambilan sampel
pedagang secara snowball sampling yaitu terdiri dari 2 pedagang pengumpul, 3
pedagang pengecer dan 1 pedagang perantara. Data yang diambil adalah data
primer dan data sekunder dengan teknik wawancara, pencatatan dan observasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ada dua pola saluran pemasaran susu
segar yaitu, saluran I: Peternak → TPS → KUD → IPS, Home Industry,
Pedagang Pengecer, dan Konsumen. Saluran II : Peternak → Pedagang
Pengumpul → Pedagang Luar Kecamatan Jatinom. Fungsi-fungi pemasaran yaitu
melakukan sub fungsi pembelian dan penjualan, pengangkutan, penanggungan
resiko penyimpanan sementara dan menyampaikan informasi tentang harga
kepada pihak yang membutuhkan (konsumen).
Dilihat dari efisiensi secara ekonomis dari kedua saluran pemasaran yang
ada di Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten maka saluran pemasaran II adalah
saluran pemasaran susu segar yang lebih efisien karena mempunyai marjin
pemasaran rendah yaitu 50,00 % dan mempunyai nilai farmer’s share tinggi yaitu
98,30 %. Dari hasil penelitian dapat disarankan Meskipun di saluran pemasaran II
efisiensi pemasarannya lebih tinggi dari saluran pemasaran I, akan tetapi
sebaiknya peternak menyalurkan susu segarnya di saluran pemasaran I, karena
selain di saluran I peternak lebih dimudahkan dalam sarana produksinya (seperti
kredit sapi dan pakan), peternak juga dimudahkan jaminan pemasaran susu segar
untuk jangka panjang