PENGARUH LAMA PENGERINGAN DAN PERBANDINGAN DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) DAN DAUN MINT
(Mentha piperita, L.) TERHADAP KARAKTERISTIK
TEH CELUP HERBAL CAMPURAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan
dan perbandingan daun kenikir dan daun mint yang tepat terhadap karakteristik teh
celup herbal campuran yang bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat dari penelitian ini
adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan
daun kenikir dan daun mint dalam pembuatan produk pangan fungsional dan
meningkatkan nilai jual daun kenikir dan daun mint.
Metode penelitian yang dilakukan dalam dua tahap meliputi penelitian
pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan berupa analisis bahan
baku yang meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar vitamin C dan analisis
aktivitas antioksidan. Penelitian utama bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama
pengeringan dan perbandingan daun kenikir dan daun mint terhadap karakteristik
teh celup herbal campuran. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3x3 sebanyak
tiga kali ulangan yang dilanjutkan dengan uji lanjut duncan. Variabel percobaan
terdiri dari Lama Pengeringan (P) yaitu (5 jam, 6 jam, 7 jam) dan Perbandingan
Daun Kenikir dan Daun Mint (B) yaitu (90:10, 80:20, 70:30).
Hasil penelitian pendahuluan analisis bahan baku menunjukkan bahwa pada
bahan baku daun kenikir didapat nilai kadar air air sebesar 83,75%, kadar abu
sebesar 1,5%, kadar vitamin C sebesar 79,81 mg vitamin C/100 gram sampel dan
aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 67,58 ppm. Sedangkan pada daun mint didapat
nilai kadar air sebesar 89%, kadar abu sebesar 1% dan kadar vitamin C sebesar
51,47 mg vitamin C/100 gram sampel.
Berdasarkan hasil penelitian utama, faktor Lama Pengeringan (P)
berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu, kadar vitamin C dan uji organoleptik
yang meliputi atribut warna dan aroma. Faktor Perbandingan Daun Kenikir dan
Daun Mint (B) berpengaruh terhadap kadar abu, kadar vitamin C dan uji
organoleptik yang meliputi atribut warna, aroma dan rasa. Interaksi antara lama
pengeringan dan perbandingan daun kenikir dan daun mint berpengaruh terhadap
kadar vitamin C. Hasil uji aktivitas antioksidan pada produk terpilih p1b1 (lama
pengeringan 5 jam dan perbandingan daun kenikir dan daun mint 90:10)
menunjukkan bahwa produk terpilih memiliki aktivitas antioksidan yang lemah
pada IC50 sebesar 222,35 ppm.
Kata kunci: daun kenikir, daun mint, lama pengeringan, teh herba