PT. Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan pertambangan batu bara
yang terletak di pelabuhan Kelanis, Kalimantan Selatan. Batu bara yang dihasilkan
harus diangkut ke pelabuhan Taboneo, sebagai tempat pendistribusian batu bara
ke lokasi setiap konsumen. Karena tambang ini terletak dekat dengan sungai yang
tidak bisa dilalui kapal besar, maka pengangkutan batu bara dari tambang ke
tempat distribusi dilakukan dengan menggunakan sejumlah tongkang. Tongkang
tongkang ini ditarik dari pelabuhan Kelanis dengan menggunakan tugboat ke
sejumlah floating crane di pelabuhan Taboneo sebagai alat bongkar-muat batu
bara dari tongkang ke kapal induk. Untuk melaksanakan proses pengangkutan ini
PT. Adaro Indonesia mengontrak PT. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS),
sebagai perusahaan penyedia solusi infrastruktur terkemuka, termasuk jasa
logistik, armada, dan transportasi laut. Saat ini MBSS memiliki 71 tongkang, terdiri
dari 4 unit berkapasitas 5.000 ton, 48 unit berkapasitas 8.000 ton, 8 unit
berkapasitas 10.000 ton, dan 11 unit berkapasitas 12.500 ton. Adapun floating
crane tersedia 6 unit yaitu Floating crane (FC) Princesse Abby dengan kapasitas
18000 TPD, FC Ben Glory (20000 TPD), FC Nicholas (20000 TPD), Blitz (24000
TPD), FC Vittoria (50000 TPD), dan FC Princess Chole (50000 TPD. Karena
pengangkutan batu bara dari pelabuhan Kelanis ke pelabuhan Taboneo ini
membutuhkan biaya yang tidak sedikit maka pada penelitian ini dilakukan
perhitungan untuk mengoptimumkan jumlah dan jenis tongkang yang harus
digunakan serta floating crane yang akan dioperasikan dalam proses bongkar
muat batu bara, agar diperoleh total biaya pengangkutan yang minimum. Proses
perhitungan dilakukan menggunakan software LINDO, dan terdiri dari dua
tahapan. Pada tahap pertama dilakukan penentuan tongkang yang akan
dioperasikan, sedangkan pada tahap kedua dilakukan penentuan alokasi tongkang
yang akan dilayani oleh floating crane. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa
MBSS mengoprasikan 51 tongkang yaitu 34 berkapasitas 8000 ton yang dilayani
dengan FC Vittoria dan FC Princess Chole, 7 unit berkapasitas 10000 ton yang
dilayani dengan FC Princesse Abby, dan 10 unit berkapasitas 12500 ton yang
dilayani dengan FC Blitz, FC Ben Glory, dan FC Nicholas, dengan total ongkos
kedua tahap tersebut sebesar Rp. 85.572.850.000.
Kata Kunci :Sistem Distribusi Batu Bara, Tongkang, Floating Crane, Optimas