Sistem informasi yang baik dapat memberikan informasi yang tepat untuk setiap bagian dalam sebuah
organisasi. Terkadang sistem informasi yang ada pada sebuah organisasi tidak memiliki informasi yang
baik dan benar sehingga kurang mendukung kegiatan untuk mencapai tujuan organsiasi. Arsitektur
informasi merupakan solusi untuk memetakan atau membuat perencanaan kebutuhan-kebutuhan
informasi pada setiap bagian organisasi.
Arsitektur informasi merupakan kumpulan kebutuhan bisnis perusahaan, informasi, satuan proses yang
dipetakan menjadi aliran informasi yang mengendalikan bisnis untuk memilih, membangun dan
memelihara informasi sehingga produk arsitektur informasi merupakan representasi grafis dari rencana
bisnis jangka panjang dan blue-print sistem informasi saat ini dan yang akan datang, dengan data sebagai
sumber daya yang dikelola dan informasi adalah hasil dari pengolahan sumber daya tersebut. Dalam
perancangan arsitektur informasi ini menggunakan konsep Business System Planning (BSP). Business
System Planning (BSP) adalah pendekatan terstruktur untuk membantu bisnis dalam membangun
sebuah sistem informasi yang berencana memenuhi kebutuhan informasi jangka pendek dan jangka
panjang. Fokus utama metodologi business system planning adalah bagaimana sistem informasi menjadi
terstruktur, terintegrasi dan diimplementasikan dalam jangka waktu yang cukup lama. Business system
planning merupakan proses untuk mentranslasikan strategi bisnis menjadi strategi sistem informasi.
Hasil penilitian tugas akhir ini berupa rancangan arsitektur informasi untuk Wisma Lansia J. Soenarti
Nasution. Dengan adanya arsitektur informasi maka dapat diketahui informasi yang dibutuhkan oleh
enterprise dan bagian-bagian mana yang menggunakan informasi tersebut.
Kata kunci: Arsitektur Informasi, Wisma, Lansia, Wisma Lansia, Business System Planning (BSP