PERBANDINGAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM
DENGAN TANPA MEDIA TERHADAP HASIL
TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir)
MENGGUNAKAN SISTEM HIDROPONIK NFT (NUTRIENT
FIlM TECHNIQUE)
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan media tanam arang
sekam dengan tanpa media terhadap hasil tanaman kangkung menggunakan sistem
hidroponik NFT (Nutrient Flm Technique). Percobaan dilakukan pada 15 Juli
hingga 4 Agustus 2018 bertempat di Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang
Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak Desa
Jatiendah menyatakan bahwa Desa Jatiendah merupakan daerah berbukit dan terdiri
dari daratan yang memiliki ketinggian 700meter diatas permukaan laut (mdpl).
Suhu udara berkisar antara 19
0
C–23
0
C. Rata-rata curah hujan 2500 mm/tahun dan
tingkat kelembaban sedang berkisar antara 60%–98%. Percobaan disusun
berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan berupa media
tanam arang sekam dan tanpa media dengan 16 kali pengulangan dari setiap
perlakuan. Sampel yang diteliti adalah tanaman kangkung yang disimpan tanpa
media tanam dan yang menggunakan media tanam arang sekam sebanyak 32
sampel dari kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa media
tanam menggunakan sistem hidroponik NFT ( Nutrient Film Technique)
memberikan hasil yang lebih baik diukur dari bobot akhir tanaman kangkung saat
panen dilakukan dibandingkan dengan menggunakan media tanam arang sekam.
Hal ini disebabkan karena sistem perakaran pada tanaman kangkung yang tanpa
media langsung mendapat aliran nutrisi yang membuat tanaman mendapat
kebutuhan nutrisi maksimal dan tumbuh lebih cepat