Dalam era sekarang ini, persaingan usaha semakin kompetitif, setiap pelaku
bisnis ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar. Keberhasilan suatu
perusahaan dalam mencapai tujuan itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan
perusahaan dalam memasarkan produknya. Perusahaan dapat menjual produk
dengan harga yang tinggi sesuai dengan tingkat kualitas produk yang ada. Dengan
hal tersebut perusahaan akan mampu mengatasi tantangan dari para pesaing
terutama dalam bidang pemasaran. Untuk menarik perhatian konsumen pada produk
yang dijual dan dilakukannya transaksi pembelian maka perusahaan harus dapat
menerapkan suatu strategi pemasaran yang tepat sesuai dengan kondisi pasar yang
telah ada. Untuk meningkatkan nilai jual, setiap perusahaan mempunyai cara atau
strategi masing-masing untuk dapat menjaring konsumen, agar mendapatkan posisi
pasar yang baik. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan strategi yang
akan diterapkan atau digunakan oleh perusahaan yaitu dengan menggunakan metode
QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).
QSPM adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk
melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara objektif, berdasarkan key
success factor internal- eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Metoda
QSPM terdiri dari tiga tahapan perencanaan strategi alternative. Strategi alternatif
tahap pertama yaitu, input stage matriks IFE (Internal Factors Evaluation) dan EFE
(External Factors Evaluation), dengan nilai total score untuk IFE sebesar 2,36 dan
EFE sebesar 2,47, sehingga strategi yang terpilih ada pada sel ke v yaitu
menggunakan strategi hold and maintain dengan strategi generiknya strategi intensif.
Strategi alternatif tahap kedua yaitu maching stage dengan menggunakan
matriks SWOT dengan hasil strategi yang terpilih adalah strategi pengembangan
produk yang dimana strategi terpilih termasuk kedalam strategi intensif. Matriks
SPACE dengan hasil perhitungan yang dilakukan maka menghasilkan strategi
market penetration, market development, product development, backward
integration, forward integrationdan horizontal integration maka strategi generiknya
adalah strategi intensif dan integrasi. Strategi alternatif tahap ketiga decision stage
menggunakan matriks QSPM dengan cara scoring maka akan menghasilkan nilai
TAS, dengan TAS terbesar yaitu 4,93
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka berdasarkan nilai TAS
(Total Attarctive Score) terbesar yaitu Strategi Penetrasi Pasar sebesar 4,93. Untuk
menerapkan strategi operasional yang terpilih, maka dilakukan rencana aksi yaitu
gencar melakukan promosi, dan perencanaan lainn