Perbedaan proses pengecoran paduan aluminium menghasilkan sifat –
sifat mekanik yang berbeda (Ichwan, dkk, 2006). Dengan proses pengecoran
tertentu maka akan didapatkan sifat mekanik yang tertentu pula sesuai
dengan sifat coran yang diinginkan. Selain pemilihan proses pengecoran
pemilihan perencanaan pengecoran juga sangat menentukan sifat – sifat dari
hasil pengecoran.
Pada saat perencanaan pengecoran harus memperhatikan proses
pengeluaran panas yang terjadi. Contohnya pada perpotongan dari dua
bagian coran yang tebal, dimana luas permukaannya kecil sehingga
pendinginan pada bagian dalam akan semakin lambat dan memungkinkan
terjadi porositas. Pembekuan sendiri maju perlahan – lahan dari kulit ke
tengah. Jumlah waktu pembekuan dari kulit ke tengah sebanding lurus
dengan V/A, yaitu perbandingan antara volume coran V dan luas permukaan
A. Oleh karena itu bagaimanapun bentuknya, jumlah waktu pembekuannya
akan sama jika harga V/A sama pula ( Tata Surdia, 2000 )