Anthurium gelombang cinta merupakan salah satu tanaman hias yang
populer. Sebagai tanaman hias, anthurium Gelombang cinta memiliki penampilan
daun yang berbeda dari tanaman hias lainnya. Ini berarti faktor budidaya harus
dilakukan dengan tepat. Faktor budidaya berpengaruh terhadap pertumbuhan
tanaman Anthurium Gelombang Cinta dalam menjaga nilai estetika maupun nilai
ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan macam
media tanam dan intensitas pemupukan terhadap pertumbuhan bibit tanaman
Anthurium Gelombang Cinta (Anthurium plowmanii) serta mendapatkan media
tanam alternatif pengganti pakis. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Pebruari
2008 sampai April 2008 bertempat di Tegalrejo RT 02 / I Sondakan Laweyan
Solo dengan ketinggian tempat 98 mdpl.
Penelitian ini dilakukan menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap
(RAL) factorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu : Faktor I : Macam Media yang
terdiri dari M0 = pakis + kompos = 2 : 1; M1 = sabut kelapa + kompos = 1 : 2;
M2 = arang sekam + kompos = 1 : 1; M3 = pakis + sabut kelapa + kompos = 1 :
1 : 1; M4 = pakis + kompos + arang sekam = 1 : 1 : 2; M5 = sabut + arang sekam
+ kompos = 2 : 2 : 1. Faktor II : Intensitas Pemupukan terdiri dari 3 taraf P1= 4
hari sekali; P2 = 8 hari sekali; P3 = 12 hari sekali
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan macam media dan
intensitas pemupukan serta interaksi kedua perlakuan tidak berpengaruh nyata
terhadap pertumbahan panjang daun, lebar daun, jumlah daun, dan luas daun.
Perlakuan macam media dan intensitas pemupukan berpengaruh nyata terhadap
volume akar dan pertambahan panjang akar. Interaksi kedua perlakuan
berpengaruh nyata terhadap volume akar dan pertambahan panjang akar. Media
tanam yang berupa sabut kelapa memiliki potensi untuk menggantikan peran
pakis dalam media tanam pada bibit tanaman Anthurium Gelombang Cinta
(Anthurium plowmanii