Dwi Yanto, 2010. Evaluasi Perilaku Seismik Gedung Balai Kota Surakarta Pasca
Gempa Dengan Nonlinier Static Pushover Analysis Metode Spektrum Kapasitas.
Posisi Indonesia yang berada pada jalur gempa Pasifik & Asia, serta diapit
lempeng Indo Australia dengan Indo Asia memunculkan potensi besar terjadinya
gempa. Bencana gempa menyebabkan terjadi kerusakan struktur bangunan. Untuk
mengurangi resiko bencana yang terjadi diperlukan konstruksi bangunan tahan
gempa. Perencanaan tahan gempa berbasis kekuatan telah terbukti berhasil
mengurangi korban jiwa, tetapi tidak diketahui dengan jelas kinerja bangunan
dalam keadaan gempa sedang. Kenyataan bahwa perilaku runtuhnya gedung
berperilaku inelastis, maka dibutuhkan metode untuk memperkirakan perilaku
inelastis akibat gempa untuk menjamin kinerja bangunan. Evaluasi kinerja dapat
dilakukan dengan analisis static nonlinier pushover yang mengacu pada ATC-40
& FEMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja gedung berdasarkan mekanisme
terbentuknya sendi plastis pada balok kolom serta hubungan base shear dengan
displacement pada kurva pushover dan kurva seismic demand. Metode yang
digunakan adalah analisis statik nonlinier pushover dengan menggunakan
program ETABS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dari evaluasi pushover pada arah
x( push x) sebesar 596,758 ton, dan push y sebesar 636,447 ton. Gaya geser dasar
tersebut lebih besar dari gaya geser rencana 202,744 ton. Maksimum total drift x
dan y adalah 0,007 m dan 0,0076 m, Sehingga gedung termasuk dalam level
kinerja Immediate Occupancy (IO). Displacement arah x dan arah y adalah 0,193
m dan 0,192 m. Displacement pada gedung tidak melampaui displacement
maksimal, sehingga gedung aman terhadap gempa rencana