ABSTRACT
Application of geoelectrical resistivity method has been made for civil engineering application
using Schlumberger configuration as part of preliminary studies in designing building
foundation plan. The geoelectric investigation was conducted at the Sari Petojo land, covering
an area of ± 4500 m2, at the roundabout Purwosari, Laweyan District, Surakarta, Central Java.
The geoelectric measurements were performed using OYO McOhm Model 2119C E1 at three
points, namely TSP1, TSP2, and TSP3. Processing and interpretation of the data are conducted
using software PROGRESS Ver. 3.0. The interpreation results reveal that beneath TSP1 there
are 7 layers of rock vary between 0 - 90 m depth. The resistivity value ρ varies between 2,73
– 1935,68 Ω.m contained within layer thicknesses that vary from 2 to 40 m. There are 10
layers detected beneath TSP2 from the surface down to 20 m, whereas ρ varies from 0,53 to
132,85 Ω.m whose thicknesses range from 0,5 to 10 m. Beneath TSP3, there are 12 layers at
depths of 0 – 50 m, where ρ varies between 0,18 – 377,63 Ω.m. By using a conversion table of
resistivity and rock materials, lithology identification at TSP1 yields that the layers are
dominated by wet clay, sand tuff, and sedimentary rocks. TSP2 is dominated by layers of
sand-clay, dry clay, and sedimentary rocks. TSP3 is dominated layers of dry sandy loam soil,
sediment, and dry sandy soil.
Key words: foundation, lithology, resistivity method, Schlumberger configuration
ABSTRAK
Penerapan geolistrik telah dilakukan untuk kegiatan dibidang teknik sipil dengan
menggunakan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger sebagai bagian studi awal kegiatan
pembanguan pondasi gedung bertingkat. Kegiatan investigasi dilakukan di areal terbuka tanah
Sari Petojo, luas ± 4500 m2
, di Bunderan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jawa
Tengah. Pengukuran Geolistrik dilakukan dengan menggunakan seperangkat alat OYO
model McOhm E1 2119C pada tiga titik, yaitu TSP1, TSP2, dan TSP3. Proses
pengolahan dan analisis serta interpretasi data dilakukan dengan menggunakan
software PROGRESS Ver. 3.0. Dari hasil proses, analisis dan interpretasi data,
diperoleh : TSP1 terdeteksi 7 lapisan batuan tersebar pada kedalaman 0 – 90 m, dengan
sebaran harga ρ antara 2,73 – 1935,68 Ω.m, dan ketebalan lapisan dari 2 – 40 m. TSP2 : 10
lapisan tersebar pada kedalaman dari permukaan hingga 20 m, dengan sebaran harga ρ antara
0,53 – 132,85 Ω.m, ketebalan lapisan antara 0,5 – 10 m. Dan TSP3 terdeteksi 12 lapisan
tersebar pada kedalaman dari permukaan hingga 50 m dengan sebaran harga ρ antara 0,18 –
377,63 Ω.m. Dengan menggunakan tabel konversi resistivitas batuan, di identifikasi litologi
batuan pada : TSP1 didominasi oleh lapisan lempung basah, Pasir Tufan, batuan sedimen.
TSP2 didominasi oleh lapisan pasir lempungan, lempung kering dan batuan sedimen. TSP3
didominasi lapisan : tanah lempung berpasir kering, batuan sedimen dan tanah berpasir kering.
Kata Kunci : Pondasi, litologi, metode resistivitas, konfigurasi Schlumberge