Pada umumnya model pemilihan moda berbasis rumah (homebased) dikembangkan
untuk perjalanan dari rumah ke tempat tujuan tertentu secara one way trip dan tanpa
memperhatikan terjadinya suatu persinggahan atau intermediate stop di antara tempat asal dan
tujuan (direct travel).
Studi ini dikembangkan untuk menjawab pertanyaan penelitian apakah perilaku
pemilihan moda untuk melakukan aktivitas dengan maksud bekerja, sekolah, atau lainnya, yang
selama ini didasarkan pada atribut pelayanan moda dan atribut sosioekonomi dari pengguna,
juga dipengaruhi oleh pola aktivitasnya yang direpresentasikan oleh waktu saat melakukan
perjalanan dan pola perjalanan yang dilakukan yakni apakah terdapat kegiatan antara
(intermediate stop) atau tidak.
Upaya untuk menjawab pertanyaan itu adalah dengan membangun model pemilihan
moda dengan memperhatikan pola aktivitasnya, yang meliputi tinjauan pola perjalanannya
yakni apakah terdapat kegiatan antara (intermediate stop) atau tidak, kemudian tinjauan
terhadap kombinasi pola perjalanan dengan waktu saat melakukan perjalanan, dan pola
perjalanan dengan memperhatikan asal tujuan tertentu. Adanya pengaruh atau tidak dapat
diketahui melalui perubahan utilitas moda relatif terhadap base mode dan perubahan nilai
waktu antara pelaku perjalanan langsung dan tidak langsung.
Dari pengembangan model pemilihan moda menurut pola perjalanannya secara umum
diperoleh temuan bahwa nilai utilitas moda angkutan umum relatif terhadap base mode,
adalah yang paling rendah, baik dalam persepsi pelaku perjalanan langsung maupun tidak
langsung. Lebih dari itu dalam persepsi pelaku perjalanan tidak langsung, perbedaan nilai
utilitas itu menjadi lebih lebar dibandingkan dengan persepsi pelaku perjalanan langsung.
Temuan lain yang diperoleh dari pengembangan model ini adalah bahwa sepeda motor
adalah moda dengan utilitas yang paling tinggi (superior). Sekalipun kedua tipe pelaku
perjalanan langsung dan tidak langsung memandang sepeda motor sebagai moda yang paling
preferable, namun bagi pelaku perjalanan tidak langsung perbedaan nilai utilitas sepeda motor
terhadap moda lainnya jauh lebih besar daripada pelaku perjalanan langsung. Moda mobil, sebagaimana moda sepeda motor, juga memiliki perbedaan nilai utilitas
terhadap moda lainnya yang lebih tinggi bagi pelaku perjalanan tidak langsung dibandingkan
pelaku perjalanan langsung. Namun demikian hal sebaliknya terjadi pada model dengan
Choice Set 3 (1,2,3) untuk maksud gabungan dan waktu keberangkatan puncak pagi. Sekalipun
mobil masih lebih preferable daripada base mode yang dalam hal ini angkutan umum, bagi
pelaku perjalanan tidak langsung perbedaan nilai utilitas mobil terhadap angkutan umum lebih
rendah daripada pelaku perjalanan langsung.
Dari pengembangan model pemilihan moda menurut asal tujuan khusus, diperoleh
temuan yang khas pada perilaku moda angkutan umum. Pada pergerakan intrazona, menurut
pelaku perjalanan langsung utilitas moda angkutan umum lebih besar daripada sepeda. Namun
bagi pelaku perjalanan tidak langsung, berlaku sebaliknya yakni utilitas sepeda lebih besar
daripada angkutan umum.
Sedangkan pada pergerakan antarzona, utilitas moda angkutan umum bagi kedua jenis
pelaku perjalanan adalah lebih tinggi dari base mode. Namun demikian bagi pelaku perjalanan
tidak langsung, sekalipun moda angkutan umum masih lebih preferable daripada sepeda, tetapi
perbedaan nilai utilitasnya lebih kecil atau lebih sempit, dibandingkan dengan persepsi pelaku
perjalanan langsung.
Diduga perbedaan perilaku pergerakan intrazona dan antarzona adalah karena faktor jarak.
Pergerakan di dalam satu zona relatif pendek, sehingga pergerakan dengan moda sepeda sangat
mungkin dilakukan dengan mudah. Sepeda lebih fleksibel digunakan untuk melakukan
perjalanan tidak langsung daripada angkutan umum, sehingga moda sepeda menjadi lebih
preferable dalam persepsi pelaku perjalanan tidak langsung.
Sementara pada pergerakan antarzona yang jaraknya relatif jauh, penggunaan moda sepeda
menjadi kurang efektif dilakukan. Di sisi lain penggunaan angkutan umum untuk melakukan
perjalanan tidak langsung adalah tidak fleksibel. Diduga sebenarnya orang lebih suka
menggunakan sepeda karena lebih fleksibel untuk melakukan perjalanan tidak langsung,
namun demikian karena karakteristik sepeda yang membutuhkan effort yang lebih tinggi untuk
perjalanan jauh, akhirnya digunakan angkutan umum.
Secara umum diperoleh temuan bahwa orang yang melakukan perjalanan langsung dan
tidak langsung memandang suatu moda yang sama dengan nilai utilitas yang berbeda.
Sekalipun utilitas moda mobil, sepeda motor, dan sepeda lebih tinggi terhadap moda angkutan
umum, dalam persepsi kedua tipe pelaku perjalanan, namun bagi pelaku perjalanan tidak
langsung perbedaan utilitas moda-moda tersebut (terhadap moda angkutan umum) jauh lebih
lebar daripada pelaku perjalanan langsung. Demikian pula dalam pandangan terhadap nilai
waktu, orang yang melakukan perjalanan langsung dan tidak langsung memiliki persepsi yang
berbeda terhadap besaran biaya yang rela dikeluarkan untuk penghematan waktu. Sebagian
besar pelaku perjalanan tidak langsung bersedia membayar dengan rupiah yang lebih tinggi
untuk satuan waktu tempuh yang sama daripada pelaku perjalanan langsung. Temuan penting
ini telah menjawab pertanyaan dalam penelitian ini, bahwa pengaruh pola aktivitas
mempengaruhi perilaku pemilihan moda.
Kata kunci: pemilihan moda, pola aktivitas, fungsi utilitas, perjalanan langsung, perjalanan
tidak langsung