Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
permintaan pariwisata di Kabupaten Semarang dan menganalisis estimasi permintaan
pariwisata di Kabupaten Semarang. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori
permintaan. Penelitian dilakukan di obyek wisata alam dan sejarah dengan 400 responden.
Estimasi penelitian diformulasikan dalam bentuk persamaan tunggal (single equation), dengan
variable dependen adalah permintaan pariwisata yang diproksi dengan jumlah kunjungan
pariwisata, sedangkan variable independennya adalah harga pariwisata yang diproksi dengan
kemauan membayar (willingness to pay/WTP), harga pariwisata obyek wisata lain yang
diproksi dengan WTP obyek wisata lain, pendapatan, biaya perjalanan obyek wisata lain (di luar
Kabupaten Semarang), jarak, pendidikan, umur, persepsi daya tarik business context, had been
the use of moral obligation to preserve the obyek wisata, asal wisatawan (wisnus dan wisman),
komunitas, jenis kelamin, promosi pariwisata, dan kunjungan sebelumnya.
Hasil estimasi dibandingkan apakah terdapat perbedaan jumlah kunjungan wisatawan
antara obyek wisata alam dan obyek wisata sejarah. Penelitian ini menggunakan teknik
Ordinary Least Square (OLS) dan juga uji kesamaan perilaku (Chow Test)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan variable lain yang
signifikan, maka variavel WTP dan pendapatan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap
jumlah kunjungan wisatawan pada empat obyek wisata. Hal ini terbukti dengan adanya
signifikansi pada obyek wisata alam, obyek wisata sejarah, dan setiap obyek wisata.
Kata kunci: Permintaan, WTP, pendapatan, jumlah, kunjungan wisatawan