ra Luhur Uluwatu pada berbagai media seperti buku, majalah, jurnal dan website, biasanya lebih tertarik menulis tentang kesucian, ketenaran, filosofi dan asal usul pura sampai kenakalan satua kera yang sering mengambil bawaan pengunjung. Sebaliknya belum ditenemukan ulasan yang membahas secara detail bentuk candi, motif ornamen dan filosofi ornamen bangunan-bangunan kuno yang terdapat pada kawasan pura tersebut. Bangunan tersebut dalah candi bentar menuju jaba tengah yang berbentuk sayap dan candi kurung padu raksa bersayap menuju utama mandala yang memiliki ornamen cukup unik. Ada yang berpendapat sayap mengandung makna pelepasan. Kekhasan candi tersebut terlihat dari bentuknya yang berbeda dengan candi kurung yang dibuat masyarakat di Bali saat ini. Dari visualisi ornamen sebetulnya dapat ditelusuri tahun pembuatan candi, karena style ukiran dapat menunjukkan periode pembuatannya. Style ornamen ukiran dari kejaman–kejaman akan mengalami perbedaan walaupun jenis motifnya sama