Studi tentang keanekaragaman fauna tanah telah dilakukan di lantai hutan
pinus Jayagiri Lembang Kabupaten Bandung Barat pada bulan April 2018. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeterminasikan jenis fauna
tanah serta mengukur nilai indeks keanekaragaman fauna tanah di hutan pinus
Jayagiri Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Belt transect sepanjang 100
meter yang terdiri dari 5 stasiun yang di dalamnya terdapat 6 kuadrat, dengan teknik
Pit fall trap, Hand sorting dan Pengapungan. Hasil yang diperoleh berjumlah 3
filum, 7 kelas, 25 ordo, 72 famili, 106 genus dan 117 spesies. Kondisi di lokasi
penelitian diukur sebagai data penunjang penelitian meliputi, intensitas cahaya
dengan hasil pengukuran dari lima stasiun pencuplikan berkisar antara 10746,5-11110,0 lux yang berpengaruh terhadap aktivitas fauna tanah. Suhu tanah,
kelembapan tanah dan pH tanah memiliki persamaan regresi Y = 627,483 -17,950
X1 -0,662 X2 -30,870 X3, dari persamaan regresi tersebut terlihat bahwa suhu
tanah, kelembapan tanah dan pH tanah memiliki nilai negatif artinya setiap
kenaikan nilai suhu tanah, kelembapan tanah dan pH tanah akan terjadi penurunan
indeks keanekaragaman. Suhu udara dan kelembapan udara memiliki persamaan
regresi Y = -4,432 + 0,065 X1 + 0,084 X2, dari persamaan regresi tersebut memiliki
nilai positif yang artinya setiap kenaikan nilai suhu dan kelembapan suhu tidak akan
terjadi penurunan nilai indeks keanekaragaman fauna tanah. Data penunjang
tersebut diolah dengan menggunakan program IBM SPSS untuk melihat kondisi
lokasi penelitian saat pengambilan sempel, yang berpengaruh terhadap
keanekaragaman fauna tanah. Rata-rata nilai indeks keanekaragaman fauna tanah
sebesar 3,08 yang menunjukan bahwa keanekaragaman fauan tanah di lantai hutan
pinus Jayagiri Lembang Kabupaten Bandung Barat termasuk kedalam kategori
keanekaragaman tinggi.
Kata Kunci : keanekaragaman, fauna tanah, hutan pinus, Jayagiri