ABSTRAK
Keragaman spesies yang merupakan sumber daya alam yang seharusnya
dikagumi oleh manusia sebagai makhluk berbudi, dan dipergunakan dengan baik
dan bertanggungjawab sebagai makhluk berakal. Namun Segala kemajuan
teknologi industri tersebut telah membawa tingkat lingkungan hidup bumi ke
suatu titik dimana segala permasalahan lingkungan hidup mulai bermunculan. Isuisu lingkungan hidup yang mencuat ke permukaan global saat ini adalah isu-isu
perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, pembuangan limbah ke laut, penebangan
hutan, dan kelangkaan flora dan fauna. Salah satu isu lingkungan hidup yang
sekarang ini menjadi agenda di dalam konstelasi hubungan internasional adalah
mengenai biodiversityyang mengalami degradasi dengan semakin langkanya
satwa dan flora di muka bumi sekarang ini. Salah satu satwa yang saat ini berada
diambang kepunahan adalah ikan paus akibat dari commercial whaling. Hal yang
menarik untuk penulis teliti dari adanya isu tersebut adalah ; Apa yang menjadi
latar belakang WhalingJepang, Bagaimana kehirauan Greenpeaceterhadap
WhalingJepang, Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh Greenpeacedalam
mengatasi perburuan ikan paus khususnyaperburuan yang dilakukan oleh Jepang
di Southern Ocean Sanctuary Antartika dan Kendala-kendala apa saja yang
dihadapi oleh Greenpeace dalam upayanya menghentikan whaling Japan.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang
adanya Whaling Jepang, untuk mempelajari dan mengetahui kehirauan
Greenpeace terhadap adanya Whaling Jepang, untuk mempelajari, mengamati,
dan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan oleh Greenpeace dalam mengatasi
perburuan ikan paus khususnya perburuan di Southern Ocean Sanctuary Antartika
yang dilakukan oleh Jepang dan untuk mengetahui dan memahami kendalakendala apa saja yang dihadapi oleh Greenpeace dalam upayanya menghentikan
whaling Jepang.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif
analitis yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi.
Sebagaimana yang diutarakan oleh EarlBabbie, peneliti menganalisa fenomena
yang terjadi untuk kemudian menggambarkannya.
Hasil dari penelitian ini adalah Upaya-upaya yang dilakukan Greenpeace
untuk menghentikan perburuan ikan paus oleh Jepang di SOS, Antartika dengan :
Pengiriman Kapal, HelikopterDan Para Aktivis Ke Southern Ocean Sanctuary
Serta Aksi-Aksi Individu Di SOS, Antartika, Aksi, Kemampuan, dan Semangat
Individu Para Aktivis Greenprace, Penggunaan Jaringan Komunikasi dan
Informasi serta Media Massa Untuk Mensukseskan kampanye Anti-Whaling,
Penggalangan Opini Masyarakat Mengenai Kampanye Anti-Whaling, Melakukan
Lobi-Lobi di Tingkat Internasional dan Upaya Kreatif Lainnya. Dengan segala
cara yang dianggap mungkin, namun secara damai dan tidak dengan cara
kekerasan. Dan akhirnya misi mereka dalam menghentikan perburuan ikan paus
ilegal oleh Jepang di Southern Ocean, Antartika, semakin aktif dilakukan dan
semakin mendapat perhatian masyarakat internasional