Masyarakat Asia Tenggara adalah masyarakat religious, di kawasan ini
terdapat sejumlah agama yakni; Islam, Hindu, Kristen, Katolik dan lain -lain.
Khusus agama Islam dianut oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di Indonesia,
Malaysia, dan Brunei. Kajian tentang pendidikan Islam di Asia Tenggara ini perlu
dilaksanakan, dengan pertimbangan: pertama, penduduk Islam terbesar di dunia
berada di Asia Tenggara, diperkirakan lebih dari dua ratus juta jiwa. Kedua,
institusi pendidikan Islam seperti “pesantren”, di Malaysia dan Thailand disebut
dengan “pondok”, tersebar di wilayah Asia Tenggara, terutama di Indonesia,
Malaysia, dan Thailand. Ketiga, pendidikan Islam itu sangat adaftif terhadap
perubahan dan kemajuan zaman. Keempat, pendidikan Islam juga terlaksana di
negara yang minoritas penduduk muslimnya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya-upaya yang
dilakukan dalam pembaruan sistem pendidikan Islam, untuk mengetahui
hambatan-hambatan yang menjadi kendala dalam melaksanakan pendidikan Islam
di Asia Tenggara, untuk mengetahui kemajuan peradaban Islam di Asia Tenggara.
Untuk mengetahui acuan terhadap permasalahan di atas, dikemukakan teori dan
konsep dari para ahli yang dituangkan ke dalam kerangka teoritis yang digunakan
dalam bentuk premis mayor yang terdiri dari Era Gobalisasi, Pendidikan Islam.
Dan premis minor mengenai Peradaban Islam di Asia Tenggara.
Tingkat analisisnya adalah Induksionis, dimana unit analisisnya berada
pada tingkat yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena
yang diteliti. Peneliti mengaplikasikannnya pada kaitan program pengembangan
pendidikan Islam di Era Globalisasi pengaruhnya terhadap peradaban Islam.
Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan Studi Kepustakaan.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa era globalisasi memberikan
perubahan pada berlangsungnya pendidikan Islam di Asia tenggara. Sesuai arus
perkembangan zaman, maka pendidikan Islam di wilayah ini telah mengalami
perkembangan yang dinamis. Berdirinya lembaga pendidikan sekolah dan
madrasah. Lembaga pendidikan sekolah dan madrasah tersebut mengajarkan mata
pelajaran yang menggabungkan ilmu-ilmu diniyah dengan ilmu-ilmu umum.
Dinamika pendidikan Islam tidak hanya sebatas itu saja, tetapi setelah berakhirnya
perang dunia ke dua, banyak negara di Asia Tenggara ini yang memperoleh
kemerdekaanya, dengan demikian berdiri pulalah perguruan-perguruan tinggi
Islam di kawasan ini. Dengan berdirinya berbagai lembaga pendidikan Islam di
Asia Tenggara adanya kemajuan peradaban Islam di dunia. Bentuk dari kemajuan
peradaban Islam di Asia Tenggara terbitnya berbagai jurnal Islam yang
memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam dan juga berdirinya
lembaga pendidikan tinggi Islam Internasional (UII) yang berada di pusat
peradaban Islam Asia Tenggara yaitu Kuala Lumpur Malaysia.
Kata Kunci: Era globalisasi, Pendidikan Islam, Peradaban Isla