Keteraturan antenatal care seharusnya dilakukan ibu hamil dimulai dari trimester pertama, kenyataan masih banyak ibu tidak melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Data Depkes Provinsi Jawa Timur cakupan K1 tahun
2012 mencapai 74,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang antenatal care dengan kunjungan pemeriksaan ibu hamil trimester pertama di BPS Suhartining Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan.
Jenis penelitian adalah analitik. Populasi semua ibu hamil trimester dua yang memeriksakan kehamilannya sebesar 26 orang. Besar sampel 24 responden diambil dengan tehnik simple random sampling. Variabel independen adalah antenatal care. Variabel dependen adalah pemeriksaan kehamilan. Instrumen menggunakan kuesioner dan buku KIA. Data penelitian dianalisis dengan uji exact fisher tingkat kemaknaan =0,05.
Hasil penelitian didapatkan dari 24 responden hampir setengahnya (33,3%)
mempunyai pengetahuan kurang tentang antenatal care dan setengahnya (50%) tidak melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan di trimester pertama. Hasil uji exact fisher didapatkan ρ=0,027 berarti Ho ditolak artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang antenatal care dengan pemeriksaan kunjungan ibu hamil pada trimester pertama di BPS Suhartining.
Simpulan penelitian adalah pengetahuan tentang antenatal care mempengaruhi kunjungan pemeriksaan kehamilan trimester pertama diharapkan petugas kesehatan memberikan banyak informasi kepada ibu tentang pentingnya melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan