Kota Yogyakarta memillki cakupan gizi buruk paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di wilayah Daerah lstimewa
Yogyakarta.Prevalensi balita gizi buruk di 4 kabupatendi Provinsi Yogyakarti sudah sesuai harapan yiitu <1%, sedangkan di Kota Yogyakarta masih 1,35%.Kasusgizi burukpalingbanyakditemukandi KecamatanGbndokusumanwilayah[erja
Puskesmas Gondokusuman 1. Malnutrisi timbul akibat interaksi dari berbagai faktor lingkungan, diantaranya Oisebabkan ol6h
status ekonomi dan tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan orang tua turut menentukan status gizi anak kareni pendidikan sangat
mempengaruhi seseorang untuk memahami dan menerima informasi tentang gizi. Diketahui bahwa terdailat 30,8% kepila
keluarga miskin terhadap jumlah jiwa di Kecamatan Gondokusuman. Di wilayah kLrja Puskesmas Gondokusuman 1, Kelurahan
Demangan memiliki persentase keluarga miskin paling tinggl. Kejadian gizi buiuk yang tertinggijuga ada di Kelurahan Demangan.
P'enelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status ekonomi dan tingkat penOiOit<an orin! tua terhadap status gizi bJita.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode d-eskriptif dengan desJin cross secfiona/. Anilisis data
yaitu dengan meng.gunakan teknik analisis deskriptif dengan uji statistik menggunakan pr-oporsi. Hasil menunjukkan bahwa orang
tua yang status ekonominya cukup memiliki balita yang seluruhnya berstatus gizi baik. Sementara orang tua yang status
ekonominya kurang memiliki balitade.ngan dengan status gizi yang beragam yaitu status gizi baik, kurang, da-n lebiti. Olang tua
yang.berpendidikan_tinggi memiliki balita yang seluruhnya berstatus gizi Oiik. Orang tua yang berpendidika-n dasar dan meneigah
memiliki balita yang berstatus gizi beragam.
Kata Kunci :status ekonomi, tingkat pendidikan, orang tua, status gizi, balit