research

KALAM INSYA THALABI DALAM HADITS ARBAIN NAWAWI

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini, penulis ingin menjelaskan sejarah singkat imam Nawawi beliau adalah seorang Ahli hadits yang terkenal didesa nawa, mempunyai sifat yang sabar, wara, dan tawadhu. Adapun kandungan dari Hadits Arabain bahwa hadits tersebut menjelaskan tentang syariat, adab, khutbah, jihad. Dalam skripsi ini menjelaskan kalam insya thalabi yang ada dalam Hadits Arbain nawawi, sedangkan yang dimaksud dengan kalm insya adalah kalimat yang pembicaraanya tidak disebut sebagai orang yang benar dan orang yang dusta, dan yang dimaksud dengan kalam insya thalabi adalah kalimat yang menghendaki terjadinya sesuatu yang belum terjadi ketika kalimat tersebut diucapkan. Kalam insya itu terbagi menjadi lima macam yaitu Amar, Nahy, Nida, Istifham, Tamanni. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini ada dua yaitu apa macam-macam kalam insya thalabi yang ada di Hadits Arbain Nawawi dan apa makna kalam insya thalabi yang ada di Hadits Arbain Nawawi. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian skripsi si peneliti adalah kualitatif. Sedangakan Metode yang digunakan dalam membahas masalah ini, penulis mengguakan dua metode, yaitu metode bayani dn metode tahlili. Metode bayani adalah suatu metode yang menjelaskan pendapat-pendapat ulama yang berubungan dengan masalah ini. Meode tahlili adalah suatu metode yang dilakukan untuk menetapkan pendapatnya berdasarkan pendapat para ulama dan kesimpulan-kesimpulan. Dari hasil kajian tersebut terungkap bahwa di dalam hadits Arbain Nawawi terdapat 56 kalam yang mengandung kalam insya thalabi dengan empat macamnya, yakni pertama amr (perintah), kedua nahy (larangan), istifham (pertanyaan), dan keempat nida (seruhan). Dalam hadits Arbain Nawawi terdapat 27 kalam berbentuk Amar dengan fariasi jenis makana yang dikandung antara lain irsyad(petunjuk), I tibar (member pelajaran), imtinan (karunia), tahdid (ancaman), haqiqi (makna Asli). Kemudian 13 kalam berbentuk nahy dengan fariasi jenis makna yang dikandung adalah, irsyad (petunjuk), haqiqi. Kemudian 7 kalam berbentuk Nida yang mengandung makna ighro(bujukan-anjuran), istighosah( minta pertolongan), haqiqi. Kemudian 9 kalam berbentuk Istifham yang mengandung makna haqiqi, taqrir (penetapan), tanbih (mengingatkan)

    Similar works