Keberhasilan terapi kanker ovarium ditentukan oleh optimalnya sitoreduksi yang dilakukan sebelum pemberian kemoterapi. Maksimal residual tumor setelah sitoreduksi dan sebelum kemoterapi sangat penting untuk prognosis. Faktor -faktor yang mempengaruhi resektabilitas massa tumor adalah operator, lokasi massa, asites lebih dari 1000 mL, karsinomatosis, massa di limfa lebih dari 1 cm, massa diparenkim hati, massa yang besar sampai ke diafragma dan kadar CA-125 pre-operatif > 500 mIU/L akan meningkatkan kemungkinan sitoreduksi suboptimal. IL-6 dan CA-125 berperan peran dalam terjadinya faktor – faktor tersebut, sehingga pemeriksaan kedua-duanya diharapkan dapat meningkatkan prediksi resektabilitas sitoreduksi dan menentukan pilihan tatalaksana kanker ovarium yang tepat yaitu sitoreduksi atau kemoterapi neoajuvan.Rancangan penelitian ini adalah cross sectional yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar IL-6 dan CA-125 prabedah penderita tersangka keganasan ovarium kemudian dilihat resektabilitasnya.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariate. Untuk data kategorik diuji dengan uji chi-square atau uji Exact Fisher , Uji kemaknaan digunakan uji T tidak berpasangan atau uji Mann Whitney. Analisis variabel numerik dengan numerik menggunakan analisis korelasi Pearson atau analisis korelasi Spearman serta korelasi antara variabel numerik dengan variabel nominal menggunakan uji Korelasi Eta. Data yang diperoleh dicatat dalam formulir khusus kemudian diolah dengan program SPSS versi 24.0 forWindowsPasien yang berhasil dikumpulkan selama periode penelitian sebanyak 54 orang, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi hanya 36 orang. diperoleh data bahwa subjek terbanyak adalah usia 40 – 64 tahun (77,8%), Nilai rerata CA-125 untuk kelompok sitoreduksi suboptimal lebih besar dibandingkan dengan sitoreduksi optimal (1099,75 + 1242,555 VS 311,23 + 160,165 ) bermakna secara statistik p = 0,000 (nilai p < 0,05), cut off point CA 125 pada penelitian ini adalah 432 dengan nilai sensitivitas 72,2% dan nilai spesifisitas 77,88%. Nilai rerata IL-6 untuk kelompok sitoreduksi suboptimal lebih besar dibandingkan dengan sitoreduksi optimal (137,72 + 107,658 VS 62,20 + 66,330) bermakna secara statistik p = 0,009 (nilai p < 0,05), cut off point IL-6 pada penelitian ini adalah 64,9 dengan sensitivitas 72,2% dan spesifisitas 72,2%%. Terdapat korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang cukup kuat antara kadar CA-125 dengan luaran operasi p = 0,012 (p < 0,05), terdapat korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kecil (tidak erat) antara kadar IL-6 dengan luaran operasi, p = 0,016 (p < 0,05) dan terdapat korelasi antara kadar IL-6 dan CA-125 prabedah dengan luaran operasi (sitoreduksi suboptimal dan optimal ) dengan cut off point 418,5 dengan nilai sensitivitas 88.9% dan nilai spesifisitas 72,2%.Simpulan : Terdapat korelasi antara kadar IL-6 dan CA-125 prabedah dengan resektabilitas kanker ovariu