Siswa berbakat intelektual seringkali mengalami masalah perencanaan karier karena memiliki minat dan potensi beragam. Penelitian eksploratif ini bertujuan menggambarkan pola pengambilan putusan perencanaan karier. Informan adalah satu siswa berbakat intelektual peserta program percepatan belajar di SMA "X" Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil menunjukkan siswa berbakat intelektual dengan keterbatasan informasi karier pada masa kanak-kanak dan remaja awal baru merencanakan karier pada masa SMA ketika informasi karier tersedia Faktor minat, bakat, kemampuan, infomasi lingkungan kerja, prospek kerja, penyakit, dan dukungan orang tua merupakan pertimbangan dasar dalam pengambilan putusan. Figur penting yang membantu pengambilan putusan perencanaan karier adalah orang tua psikolog, dan guru