Skripsi dengan judul Komunikasi Persuasif dalam Pembelajaran pada Film Sokola Rimba (Analisis Semiotik Roland Barthes) adalah hasil penelitian analisis teks media. Terdapat fokus masalah yang diteliti pada skripsi ini yaitu: Apa penanda dan petanda serta makna denotasi dan konotasi komunikasi persuasif dalam pembelajaran pada film Sokola Rimba. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik dan menggunakan pendekatan paradigma kritis karena paradigma kritis ialah salah satu cara pandang terhadap realitas sosial yang senantiasa diliputi rasa kritis terhadap realitas yang terjadi. Analisis ini digunakan untuk menafsirkan makna dari suatu pesan komunikasi baik yang tertulis maupun tidak tertulis dari komunikator kepada komunikan. Untuk mengidentifikasi persoalan penanda dan petanda serta makna denotasi dan konotasi, peneliti menggunakan metode semiotik Roland Barthes dengan bantuan enam elemen milik Roland sehinggga dapat menemukan penanda (signifier) dan petanda (signified) komunikasi persuasif dalam pembelajaran pada film Sokola Rimba beserta maknanya. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa dalam film Sokola Rimba ditemukan penanda dan petanda komunikasi persuasif dalam pembelajaran. Penanda komunikasi persuasif berupa penggunaan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar mereka (penduduk rimba). Sedangkan petanda komunikasi persuasif dalam pembelajaran pada film Sokola Rimba ialah murid-murid lebih mudah memahami dan menangkap apa yang diajarkan oleh guru dengan kesan yang tidak membosankan dan menyenangkan. Makna konotasi pada film tersebut ialah melibatkan interaksi dinamis antara siswa yang satu dengan lainnya yang dapat dikatakan efektif dalam proses pembelajaran. Sedangkan makna denotasinya adalah murid-murid bisa belajar dengan mandiri secara bersama- sama. Adapun pembentukan sikap dengan komunikasi persuasif dalam pembelajaran pada film Sokola Rimba ialah dapat membangkitkan motivasi anak didik dari sebuah proses pembelajaran. Diharapkan pada penelitian lain dapat melanjutkan penelitian ini dengan metode dan analisis yang lebih sempurna. Peneliti merekomendasikan bahwa penelitian ini hanya berbatas pada penanda dan petanda komunikasi persuasif dalam pembelajaran. Peluang masih terbuka untuk diadakan penelitian lebih lanjut