Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi tingkat pencurian dan sebaran titik kasus pencurian di Kecamatan Depok, (2) mengidentifikasi tingkat kualitas permukiman di Kecamatan Depok, (3) mengkaji hubungan antara tingkat permukiman dengan kualitas permukiman di Kecamatan Depok. Metode yang digunakan adalah survey lapangan, skoring variabel dan analisis deskriptif. Hubungan keterkaitan antara tingkat pencurian dengan kualitas permukiman menggunakan metode uji korelasi. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Jumlah sampel sebanyak 100 responden kepala keluarga yang mengalami pencurian.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tingkat pencurian di Kecamatan Depok sebesar 36 permukiman yaitu bersifat waspada yaitu tingkat pencurian yang sedang. (2) tingkat kualitas permukiman di Kecamatan Depok sebesar 58 permukiman memiliki kualitas yang sedang yaitu tidak berkualitas tinggi dan rendah. (3) adanya keterkaitan yang cukup antara kualitas permukiman dengan tingkat pencurian yang berbanding terbalik, yaitu jika kualitas permukiman tinggi maka tingkat pencurian rendah