Airtanah merupakan sumber air bersih yang penting bagi manusia. Keberadaan airtanah saat ini mulai terancam akibat aktivitas manusia, khususnya terkait dengan kegiatan yang menghasilkan limbah. Tujuan penelitian kerentanan airtanah terhadap pencemaran adalah untuk mengetahui persebaran tingkat kerentanan airtanah intrinsik dan spesifik di Kecamatan Banjarnegara dan Sekitarnya. Tujuan kedua mengetahui kondisi kualitas airtanah berdasarkan parameter nitrat. Metode yang digunakan dalam mengkaji kerentanan airtanah bebas untuk tercemar adalah Susceptibikity Index (SI). Parameter SI yang digunakan untuk proses pengolahan adalah kedalaman muka airtanah, imbuhan airtanah , media akuifer, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Kerentanan airtanah intrinsik di lokasi kajian terdiri atas tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi dengan luasan kerentanan rendah 2.063 Ha, sedang 187 Ha, dan tinggi 4.700 Ha. Kerentanan airtanah spesifik metode SI diperoleh tiga klasifikasi yaitu rendah, sedang, dan tinggi dengan klasifikasi rendah memiliki luasan 1.965,49 Ha, sedang 2.357,34 Ha, dan tinggi 2.631,87 Ha. Sebaran kualitas airtanah berdasarkan parameter nitrat dilokasi kajian terdiri atas tiga kelas rendah (0-5 mg/liter), sedang (5-10 mg/liter), dan tinggi (> 10 mg/liter). Dominasi kelas tinggi dan sedang berada pada morfologi datar. Validasi kerentanan intrinsik diperoleh keakuratan sebesar 53,65% dan spesfik 56%