Salah satu permasalahan dalam bidang pariwisata di Indonesia adalah pengelolaan kawasan terutama kawasan cagar budaya. Kawasan cagar budaya adalah satuan ruang yang memiliki dua atau lebih situs cagar budaya yang letaknya berdekatan dan memperlihatkan ciri tata ruang yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kawasan cagar budaya di wilayah Kotagede. Kotagede merupakan bekas peradaban kerajaan mataram kuno dengan peninggalan fisik dan non fisik yang masih dapat ditemui hingga sekarang. Metode yang digunakan berupa interview dan survey lapangan, digunakan untuk mengetahui bentuk pengelolaan dan tempat-tempat yang dijadikan sebagai destinasi wisata. Pemetaan dilakukan untuk mengetahui daya tarik yang terdapat di kawasan Kotagede sesuai rute yang direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola membagi menjadi empat rute sesuai dengan tema perjalanan yakni rute arsitektural, rute lorong, rute spiritual, dan rute studi. Pengelolaan kawasan cagar budaya Kotagede dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi karena seluruh perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi dilakukan oleh masyarakat sendiri