research

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA BAYI BARU LAHIR DI BPS SUFIATI RIFA’I SURABAYA

Abstract

Dalam perawatan BBL seorang ibu dituntut memiliki kemampuan yang baik dalam merawat bayi dan harus mampu mendeteksi tanda bahaya BBL. Tapi kenyataannya tidak semua ibu memiliki kemampuan tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah tingkat pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan Ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir di BPS Sufiati Rifa’I Surabaya. Desain penelitian menggunakan deskriptif. Populasinya seluruh ibu nifas hari ke 1-7 sebesar 21. Sampelnya sebanyak 21 responden. Pengambilan dengan sampel Non probability sampling dengan tekhnik total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir. Instrument yang digunakan adalah kuesioner data diolah dengan editing,scoring,coding,tabulating, data analisis menggunakan deskriptif dengan distribusi frekuensi dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini didapatkan hampir setengah responden (42,8%) berpengetahuan kurang, hampir setengah responden (33,4%) berpengetahuan cukup, dan sebagian kecil responden (23,8%) berpengetahuan baik. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan Ibu nifas tentang tanda bahaya bayi baru lahir hampir setengahnya mempunyai tingkat pengetahuan kurang. Bidan sebaiknya lebih menekankan pemberian HE tentang tanda bahaya bayi baru lahir terhadap ibu nifas saat menjelang pulang/kontol yang meliputi deteksi dini. Kemudian bidan juga harus mengevaluasi apakah HE yang diberikan dapat dimengerti atau tidak

    Similar works