The aim of the research is to study the effectof differentwater availability
on growth andanatomicalstructure of leaves of two varieties ofcanna(Canna
edulisKerr.), whichare verdosvarieties(white varieties) andmoradosvarieties
(red varieties).
The research compiled in a completely randomized design (CRD) with
availability (100%, 80%, 60%, 40% and 20% Field Capacity (FC)) with variable
measured; the character growth of plant height; fresh weight; dry weight and leaf
anatomical structure indexes include stomata; tick of mesophylland epidermis.
was measured every week, while the parameters of the wet weight and dry weight
was measured after 8-week-old plants. The structure of the leaf anatomy observed
through cross-sectional leaf preparations were made using paraffin embedding
and observation method using a digital microscope. The data was analyzed using
analysis of variance (ANOVA) and if there is a significant difference between
treatments was tested further by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) with
significance level of 5%.
The results showedthat differences incrop varieties andthe availability of
wateraffect the growth andanatomical structure of . Optimum
growthfound in 80%water availabilityFCbothwhite andred varieties. Fresh
weight, dry weight, stomatal index showed a significant difference, whileplant
height, thick mesophyllandepidermalthickness showednosignificant difference.
White varietiesmoreresistant towater stressthanred varieties.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan air yang
berbeda terhadap pertumbuhan dan struktur anatomi daun dua varietas ganyong
(Canna edulisKerr.), yaitu varietas verdos (varietas putih) dan varietas morados
(varietas merah).
Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
perlakuan 2 faktor yaitu varietas ganyong dan variasi ketersediaan air (100%,
80%, 60%, 40% dan 20% Kapasitas Lapang (KL)) dengan variabel yang diukur
yaitu karakter pertumbuhan meliputitinggi tanaman, berat basah, berat kering dan
struktur anatomi daun meliputi indeks stomata, tebal mesofil dan tebal epidermis.
Umbi ganyong ditanam selama 8 minggu. Parameter pertumbuhan berupa tinggi
tanaman dilakukan pengukuran setiap minggu, sedangkan parameter berat basah
dan berat kering diukur setelah tanaman berusia 8 minggu. Struktur anatomi daun
diamati melalui preparat penampang melintang daun yang dibuat dengan
menggunakan metode paraffin embeddingdan pengamatan dengan menggunakan
mikroskop digital. Data dianalisa menggunakan analisa variansi (ANOVA) dan
apabila terdapat beda nyata antar perlakuan diuji lanjut dengan Duncan Multiple
Range Test(DMRT) dengan taraf signifikan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas tanaman dan
tingkat ketersediaan air berpengaruh terhadap pertumbuhan dan struktur anatomi
daun ganyong. Pertumbuhan optimum terdapat pada ketersediaan air 80% KL
baik pada varietas putih maupun merah. Berat basah, berat kering, indeks stomata
menunjukkan adanya beda nayata, sedangkan tinggi tanaman, tebal mesofil dan
tebal epidermis menunjukkan tidak beda nyata. Varietas putih lebih memiliki
ketahanan terhadap cekaman air dibandingkan varietas merah