research

Perdagangan Perempuan di Kabupaten Magelang

Abstract

Perdagangan perempuan merupakan salah satu tindak pidana yang sangat kompleks dan merupakan kejahatan yang luar biasa sehingga sulit untuk diberantas. Praktik jual beli manusia terutama perempuan dan anak sudah lama terjadi serta mengalami Perubahan bentuk dan pola penjaringan korban dari waktu ke waktu. Salah satu bentuk penjaringan korban adalah dengan berkedok penyaluran tenaga kerja. Kasus perdagangan perempuan sungguh memprihatinkan, selain jumlah korban yang semakin besar juga terbentuk jaringan antar pelaku (trafficker) yang cukup rapi. Modus operasinya pelaku perdagangan perempuan semakin canggih dengan menyertakan pihak berwenang sebagai back up nya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mengakibatkan perempuan terjerat kasus perdagangan perempuan, mekanisme apa saja yang dilakukan serta bentuk eksploitasi apa yang dilakukan terhadap korban dengan metode kualitatif. Sumber data berasal dari korban perdagangan perempuan serta stakeholder terkait. Analisis triangulasi dalam analisis data penelitian untuk memperoleh kesimpulan hasil penelitian di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan kurangnya pengalaman terhadap dunia kerja menjadikan korban mudah terjerat perdagangan perempuan. Semakin tingginya kebutuhan hidup yang tidak disertai dengan pendapatan membuat korban mudah untuk dijerat. Iming-iming gaji besar oleh para trafficker berpengaruh dalam perekrutan perdagangan perempuan. Pemalsuan identitas dan dokumen dalam kasus ini bertujuan untuk memuluskan trafficker dalam mentransfer korban perdagangan perempuan. Eksploitasi terhadap korban umumnya dijadikan pembantu rumah tangga tanpa upah ataupun waktu bekerja yang lama

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 18/04/2018