Abstrak
Latar belakang: Pengembangan formulasi ekstrak teh hijau telah dilakukan dengan penambahan enhancer
untuk meningkatkan kemampuan penetrasi epigalokatekin galat menembus lapisan kulit. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak teh hijau yang mengandung enhancer
terhadap gambaran histopatologi ginjal dan hati mencit. Metode: Penelitian ini menggunakan 4 kelompok
mencit galur Balb/C yang masing-masing diberikan konsentrasi ekstrak yang berbeda (2,0%; 2,5%; 3,0%;
3,5%) dan 1 kelompok kontrol. Setelah 24 jam dan 14 hari pemberian krim, mencit dikorbankan. Organ
hati dan ginjal diambil untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa tidak ada
perbedaan berat hati dan ginjal mencit setelah pemberian krim selama 24 jam dan 14 hari. Demikian juga
dengan gambaran hasil uji histopatologi hati dan ginjal mencit setelah pemberian krim selama 24 jam dan
14 hari. Kesimpulan: Konsentrasi ekstrak teh hijau dalam krim (2,0%; 2,5%; 3,0%; 3,5%) yang
mengandung enhancer tidak mempengaruhi gambaran histopatologi hati dan ginjal mencit galur Balb/c.
Kata Kunci: Camellia sinensis L, histopatologi, hati, ginjal, enhance